Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ahsan Faradisi
TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Puluhan siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ainur Rohman di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, harus menjalani kegiatan belajar mengajar di luar ruang kelas.
Kondisi bangunan sekolah yang dinilai mengkhawatirkan membuat para siswa terpaksa menggunakan Masjid satu-satunya di desa setempat sebagai ruang kelas.
Situasi tersebut telah berlangsung hampir satu tahun.
Ruang kelas 1 dan 2 serta bangunan PAUD yang biasa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dilaporkan mengalami kerusakan dan lapuk karena usia.
Kondisi tersebut semakin dikhawatirkan karena wilayah setempat kerap dilanda angin kencang, terutama mengingat lokasi desa berada di kawasan pegunungan.
Salah seorang warga Desa Tambak Ukir, Abdul Kholiq mengatakan, para guru di MI Ainur Rohman memutuskan untuk menggunakan masjid sebagai tempat belajar demi keselamatan siswa.
Baca juga: Apes Perangkat Desa di Probolinggo Niat Tagih Utang Rp3 Juta, Yang Ditagih Malah Lebih Galak
"Sudah hampir satu tahun menggunakan masjid Zainur Rahman untuk kegiatan belajar mengajar. Karena memang kondisi ruang kelas 1 dan 2 dan PAUD nya membahayakan kalau digunakan. Apalagi angin sekarang di sini sangat kencang," kata Kholiq, Kamis (20/8/2026).
Kondisi tersebut, lanjut Kholiq, sudah diketahui oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo dan bahkan sudah melakukan survei ke MI tersebut saat penanganan bencana alam longsor sebelumnya.
Baca juga: Pura-pura Jadi Korban Penipuan, Remaja 16 Tahun di Probolinggo Begal Penjual Roti Bakar
"Kemenag sudah tahu titiknya dimana dan kondisi sekolah gimana. Tapi pas penanganan longsor itu hanya sebatas survei saja tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut," ungkap Kholiq.
Para orang tua dan warga, menurut Kholiq, sangat berharap mendapat perhatian untuk penanganan gedung sekolah tersebut.
Sebab, jika dipaksa ditempati bukan tidak mungkin akan ada korban jika ada kayu jatuh.
"Tidak tahu ada kendala apa sehingga sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya meskipun bukan sekolah negeri. Kasihan anak-anak kalau terus menggunakan masjid, bisa-bisa proses belajarnya tidak maksimal," pungkasnya