Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan Kalimantan kembali menyelimuti Kota Pontianak. Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mendorong agar opsi pembelajaran daring disiapkan untuk melindungi kesehatan peserta didik.
Ia menilai aktivitas belajar tatap muka perlu dikaji ulang ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat sehingga tidak mendukung proses belajar mengajar di kelas.
Ia menekankan pentingnya keputusan yang berpijak pada data kualitas udara dan kondisi lapangan.
Permintaan itu ditujukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak untuk mempertimbangkan skema pembelajaran jarak jauh selama kabut asap masih terjadi.
"Keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi perhatian utama apabila kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat dan belum memungkinkan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka," kata Satarudin di Pontianak, Kamis (20/8), seperti dilansir dari Antara.
"Saya harap Pemerintah Kota Pontianak melalui wali kota, kalau kualitas udara tidak layak untuk sekolah, diliburkan lagi sambil melihat informasi dari BMKG," ujarnya.
Satarudin menyebut kebakaran hutan dan lahan merupakan peristiwa berulang. Ia menegaskan imbauan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan. Kondisi di Pontianak disebut relatif aman, namun kabut asap masih terasa di sejumlah titik.
"Karhutla ini fenomena yang terjadi setiap tahun, pembakaran lahan. Tapi sudah kita imbau untuk tidak membakar lahan. Kalau Pontianak masih amanlah. Yang jelas sudah ada hujan, air tidak asin lagi, tapi kabut masih ada," katanya.
Ihwal durasi gangguan udara, Satarudin menyampaikan kabut asap berpotensi bertahan hingga bulan depan.
"Infonya sampai bulan sembilan seperti ini. Mudah-mudahan ada hujan dan angin, asapnya akan berkurang," ujarnya.
Ia meminta pemerintah dan masyarakat tetap waspada terhadap dampak karhutla terhadap kesehatan, terutama pada kelompok rentan.
Satarudin berharap hujan kembali turun secara merata guna menurunkan konsentrasi asap dan memperbaiki kualitas udara di Kota Pontianak. Ia juga mengajak masyarakat untuk berdoa agar hujan segera turun dan kondisi udara kembali membaik.