Airlangga Sebut Warga Indonesia Simpan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.474 Triliun
valencia frida varendy August 21, 2026 12:42 PM

- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan potensi emas yang masih disimpan 'di bawah bantal' oleh masyarakat sangat besar.

Jumlahnya disebut mencapai 1.800 ton atau senilai US$252 miliar (Rp 4.474 triliun dengan asumsi Rp 17.747 per dolar AS).

Hal itu disampaikan Airlangga saat Peresmian Indonesia Bullion Market Association di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

"Emas yang ada di bawah bantal itu ada 1.800 ton. Nah kalau 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa, US$ 252 miliar," ujar Airlangga.

Airlangga menilai potensi tersebut dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia (bullion) di Indonesia.

Ia menilai Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) memiliki peran penting untuk mendorong masyarakat mengalihkan kepemilikan emas dari penyimpanan pribadi ke instrumen keuangan.

Airlangga meminta bank emas yang sudah ada, yakni PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), mendorong sekitar 20 persen dari nilai emas tersebut untuk dialihkan ke dalam instrumen keuangan.

Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Valencia Frida
Uploader: Ramadhan Aji Prakoso

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.