Suporter luncurkan petisi desak Infantino mundur saat Fifa diminta ‘memulai dari nol’
Rina Kusumawati August 21, 2026 01:28 PM

Kelompok-kelompok suporter di berbagai belahan dunia meluncurkan sebuah petisi yang menuntut pengunduran diri Gianni Infantino dari jabatan presiden Fifa, sekaligus mendorong perombakan menyeluruh terhadap badan pengatur tersebut.

Langkah itu muncul ketika tekanan terhadap Infantino terus meningkat setelah keputusannya membatalkan rencana mencari dukungan swasta bagi sebuah perusahaan yang dirancang untuk mengelola kompetisi-kompetisi Fifa, termasuk Piala Dunia putra dan putri.

Dalam surat terbuka yang diterbitkan pekan lalu, tiga konfederasi antarbenua menuduh Infantino melakukan “penipuan” terkait cara skema tersebut disusun dan dipresentasikan. Badan pengatur sepak bola Eropa, Uefa, juga tetap bertekad memboikot ajang-ajang Fifa setelah “kehilangan kepercayaan” terhadap kepemimpinan Infantino.

Meski pejabat asal Swiss itu masih mendapat dukungan di sejumlah kawasan, termasuk Afrika dan Amerika Selatan, kelompok-kelompok suporter perwakilan kini mendesaknya untuk mundur melalui petisi yang diunggah di situs change.org.

Infantino menghadapi seruan yang kian besar agar ia meninggalkan jabatannya.

“Upaya memalukan oleh satu individu – presiden Fifa sendiri – untuk menjual Piala Dunia kepada investor swasta telah menyingkap sebuah pengkhianatan yang tidak akan pernah dilupakan sepak bola,” demikian bunyi pernyataan atas nama organisasi-organisasi suporter.

“Rencana Infantino dijahit secara rahasia. Dinegosiasikan di balik pintu tertutup. Disembunyikan dari anggota Fifa sendiri dan dari jutaan orang yang gairahnya menjadikan sepak bola seperti sekarang ini.”

Para suporter individu didorong untuk menandatangani petisi tersebut, yang sudah memperoleh dukungan di seluruh enam konfederasi Fifa dari kelompok-kelompok suporter tingkat benua maupun nasional.

Organisasi-organisasi suporter memandang proposal investasi swasta itu sebagai titik puncak kekecewaan, setelah keterlibatan Fifa dalam pembicaraan mengenai Liga Super Eropa dan struktur harga tiketnya untuk Piala Dunia putra musim panas ini.

“Seorang presiden yang berulang kali mengkhianati sepak bola dan menjadikan permainan kita bahan olok-olok telah kehilangan hak untuk memimpinnya,” lanjut pernyataan itu.

“Demi kredibilitas Fifa – dan demi masa depan permainan ini – ia harus mengundurkan diri.”

Petisi tersebut juga menyerukan reformasi struktural di dalam Fifa, termasuk keterlibatan resmi suporter dan pemangku kepentingan utama sepak bola lainnya dalam keputusan-keputusan yang membentuk masa depan olahraga ini.

Ronan Evain, direktur eksekutif Football Supporters Europe (FSE), yang ikut menandatangani petisi itu, mengatakan kepada Press Association: “Kepergian Gianni Infantino adalah langkah pertama dan sebuah keharusan, tetapi itu hanya bisa berdampak positif jika diikuti oleh reformasi terhadap jabatan tersebut dan terhadap tata kelola.

“Jika seorang pria bisa memusatkan begitu banyak kekuasaan maka tata kelola Fifa tidak layak untuk tujuan itu.

“(Fifa) perlu memulai dari nol. Semua reformasi sejak 2016 telah dihapus atau dibuat tidak relevan oleh Infantino. Saya pikir kita perlu berpikiran seluas mungkin mengenai masa depan tata kelola sepak bola dan ada model-model lain di luar sepak bola, di luar olahraga, yang perlu ditelaah – gagasan presidensi bergilir tampak menarik.”

Fifa telah dimintai komentar.

Todd Boehly, salah satu pemilik Chelsea.

Infantino juga disebut telah mencari dukungan swasta untuk sebuah festival sepak bola kelompok usia di bawah 15 tahun yang melibatkan seluruh 211 asosiasi anggota Fifa, menurut laporan The Athletic pada Kamis.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa proposal untuk menggelar acara itu di Florida mendapat dukungan dari Eldridge, perusahaan yang didirikan dan dipimpin oleh salah satu pemilik sekaligus ketua Chelsea, Todd Boehly.

The Athletic melaporkan bahwa rencana itu dibatalkan tidak lama sebelum Piala Dunia putra. Pada Juni, Fifa mengumumkan Azerbaijan sebagai tuan rumah perdana Festival Piala Dunia U-15. Turnamen pada Oktober itu hanya akan menampilkan tim putra, sementara edisi 2027 ditetapkan khusus untuk tim putri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.