Mengenal Wuku dalam Kalender Jawa, Ternyata Ada 30 Wuku dalam Pawukon
Hari Susmayanti August 21, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Bicara soal penanggalan Jawa, istilah weton dan pasaran mungkin sudah cukup familiar.

Namun, ada satu istilah lain dalam tradisi perhitungan Jawa yang tak kalah menarik, yakni wuku.

Wuku merupakan bagian dari pawukon, sistem perhitungan dalam tradisi Jawa yang berkaitan dengan waktu, hari lahir, hingga gambaran sifat seseorang.

Menariknya, dalam satu siklus pawukon terdapat 30 wuku.

Lantas, apa itu wuku dan apa saja makna dari masing-masing wuku?

Mengenal Pawukon dan Wuku

Dilansir dari kajian ilmiah karya Nur Azizah dan Dendi Pratama dalam jurnal Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 2 No. 02. 

Pawukon merupakan ilmu dalam primbon Jawa yang mempelajari waktu, hari lahir, serta sifat-sifat seseorang.

Dalam penanggalan Jawa, terdapat 30 wuku dan masing-masing wuku berlangsung selama satu minggu atau tujuh hari.

Dengan demikian, satu siklus pawukon berlangsung selama:

30 wuku × 7 hari = 210 hari.

Setiap wuku mempunyai nama, dewa pelindung, serta gambaran sifat yang berbeda-beda menurut kepercayaan dalam pawukon.

30 Wuku dan Gambaran Wataknya

pawukon 21/8/26
Ilustrasi 30 Wuku

Berikut 30 wuku dalam pawukon beserta gambaran sifatnya berdasarkan sumber yang digunakan:

  1. Sinta
    Memiliki sifat keras dan dipercaya sering mendapatkan keberuntungan. 
    Dewa pelindungnya adalah Yamadipati.
  2. Landhep
    Digambarkan memiliki paras tampan atau ayu serta sifat simpatik. 
    Wuku ini memiliki dewa pelindung Mahadewa.
  3. Wukir
    Memiliki karakter optimis, tetapi cenderung sulit mengalah. 
    Dewa pelindungnya adalah Mahayekti.
  4. Kurantil
    Digambarkan memiliki kecenderungan boros dan mudah marah. 
    Dewa pelindungnya Langsur.
  5. Tolu
    Memiliki sifat berwibawa, tetapi cenderung pemurung. 
    Dewa pelindungnya Baju.
  6. Gumbreg
    Dikenal sebagai sosok yang ulet dan memiliki sifat melindungi keluarga. 
    Dewa pelindungnya Cakra.
  7. Warigalit
    Memiliki sifat simpatik, tetapi mudah terpengaruh atau dihasut. Dewa pelindungnya Asmara.
  8. Warigagung
    Digambarkan ambisius dan pandai berbicara. Dewa pelindungnya Mahayekti.
  9. Julungwangi
    Memiliki kecenderungan sombong dan suka mencari perhatian. Dewa pelindungnya Sambu.
  10. Sungsang
    Digambarkan pesimis, tetapi dipercaya mudah mendapatkan rezeki. Dewa pelindungnya Gana.
  11. Galungan
    Memiliki sifat rajin bekerja, tetapi juga cenderung memiliki rasa iri. Dewa pelindungnya Kamajaya.
  12. Kuningan
    Digambarkan cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki kecenderungan pesimis. Dewa pelindungnya Endra.
  13. Langkir
    Memiliki sifat mudah marah dan dipercaya mempunyai firasat yang tajam. Dewa pelindungnya Kala.
  14. Mandasiya
    Digambarkan berwibawa dan ulet, tetapi bisa memiliki sifat pendendam. Dewa pelindungnya Brama.
  15. Julungpujut
    Memiliki sifat simpatik dan cenderung suka memerintah. Dewa pelindungnya Guritna.
  16. Pahang
    Digambarkan setia, tetapi kurang sabar. Dewa pelindungnya Tantra.
  17. Kuruwelut
    Memiliki banyak akal dan dikenal cerdas. Dewa pelindungnya Wisnu.
  18. Marakeh
    Digambarkan rajin, tetapi dipercaya kurang beruntung. Dewa pelindungnya Surenggana.
  19. Tambir
    Pandai berbicara, tetapi dalam sumber tersebut juga dikaitkan dengan sifat munafik. Dewa pelindungnya Siwah.
  20. Madangkungan
    Memiliki sifat hemat, tetapi cenderung pemurung. Dewa pelindungnya Basuki.
  21. Maktal
    Digambarkan simpatik, kreatif, dan ulet. Dewa pelindungnya Sakti.
  22. Wuye
    Memiliki sifat simpatik, tetapi mudah putus asa. Dewa pelindungnya Kuwera.
  23. Manahil
    Digambarkan waspada dan cermat, tetapi juga memiliki kecenderungan sombong. Dewa pelindungnya Citragata.
  24. Prangbakat
    Memiliki sifat cekatan dan tegas, tetapi cenderung pemalu. Dewa pelindungnya Bisma.
  25. Bala
    Digambarkan suka membuat keributan dan jahil. Dewa pelindungnya Dewi Durga.
  26. Wugu
    Memiliki banyak akal, tetapi juga cenderung mudah iri. Dewa pelindungnya Singaljama.
  27. Wayang
    Digambarkan memiliki sifat simpatik. Dewa pelindungnya Dewi Sri.
  28. Kulawu
    Wuku ini dipercaya membawa keberuntungan. Dewa pelindungnya Sadana.
  29. Dukut
    Memiliki sifat simpatik dan ulet. Dewa pelindungnya Sakri.
  30. Watugunung
    Digambarkan memiliki sifat religius, pemurung, dan waspada. Dewa pelindungnya Antaboga.

Perlu dicatat, gambaran sifat tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan pengetahuan tradisional dalam pawukon. 

Sehingga tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk menentukan kepribadian seseorang.

Kenapa Jumlahnya 30 Wuku?

ramayana 21826
Art of The Ramayana

Angka 30 dalam pawukon juga memiliki cerita tersendiri.

Salah satu legenda yang berkaitan dengan asal-usul pawukon menceritakan Prabu Watugunung, Dewi Sinta, dan Batara Wisnu.

Dalam kisah tersebut, Prabu Watugunung diceritakan sebagai raja dari negeri Gilingwesi yang pergi menuju Suralaya atau kahyangan para dewa.

Perjalanan tersebut kemudian membawa Prabu Watugunung pada pertarungan dengan para dewa. 

Setelah berbagai peristiwa, Prabu Watugunung akhirnya memperoleh pengangkatan bersama keluarganya ke kahyangan.

Dalam legenda tersebut, anggota keluarga Prabu Watugunung diangkat ke kahyangan satu per satu setiap minggu.

Kisah inilah yang kemudian dikaitkan secara simbolik dengan pembagian 30 wuku, dengan masing-masing wuku melambangkan satu minggu.

Jadi, 30 wuku tidak hanya menjadi sebuah hitungan dalam kalender, tetapi juga memiliki cerita mitologis yang melekat di dalamnya.

Wuku Dipakai untuk Apa?

Traditional Javanese Textile
Traditional Javanese Textile (Pexels : Widiarto Proboprasetyo)

Dalam tradisi Jawa, wuku tidak hanya digunakan untuk menandai perjalanan waktu.

Pawukon memiliki beberapa kegunaan, termasuk untuk melihat waktu yang dianggap baik serta meneliti sifat, watak, dan peruntungan berdasarkan hari lahir seseorang.

Dalam kehidupan masyarakat Jawa, perhitungan wuku juga dikaitkan dengan sejumlah keperluan tradisional, seperti:

  • Menentukan hari baik, misalnya untuk pernikahan, pindah rumah, membangun rumah, dan kegiatan penting lainnya.
  • Membaca watak dan nasib, berdasarkan wuku kelahiran seseorang.
  • Ruwatan sukerta, yaitu tradisi pembersihan spiritual yang berkaitan dengan orang-orang yang dalam kepercayaan tertentu dianggap memiliki kondisi sukerta.
  • Pertanian tradisional, termasuk memperhitungkan waktu tanam dan panen.
    Artinya, wuku menjadi salah satu bagian dari cara masyarakat Jawa memahami hubungan antara waktu, kehidupan, dan berbagai peristiwa yang terjadi di dalamnya.

Jadi, Wuku Berbeda dengan Weton?

pawukon 21826 part 2
The part of Ramayana

Nah, ini bagian yang sering bikin bingung.

Wuku dan weton bukan istilah yang sama.

Wuku merupakan salah satu sistem dalam pawukon yang terdiri dari 30 bagian dengan siklus 210 hari.

Sementara itu, weton berkaitan dengan gabungan hari dalam saptawara dan pasaran Jawa yang kemudian menghasilkan perhitungan neptu.

Keduanya sama-sama digunakan dalam tradisi petungan Jawa, tetapi memiliki sistem perhitungan dan fungsi yang berbeda.

Karena itu, mengenal wuku bisa menjadi cara lain untuk melihat betapa kayanya sistem penanggalan tradisional Jawa.

Tribunners dari 30 wuku tadi, ada yang sudah tahu termasuk wuku apa saat lahir? 

Tulis di kolom komentar ya!

Siapa tahu wuku kelahiran bisa jadi bahasan berikutnya! 

(MG Natasya Aulia)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.