TRIBUNJOGJA.COM - Bicara soal penanggalan Jawa, istilah weton dan pasaran mungkin sudah cukup familiar.
Namun, ada satu istilah lain dalam tradisi perhitungan Jawa yang tak kalah menarik, yakni wuku.
Wuku merupakan bagian dari pawukon, sistem perhitungan dalam tradisi Jawa yang berkaitan dengan waktu, hari lahir, hingga gambaran sifat seseorang.
Menariknya, dalam satu siklus pawukon terdapat 30 wuku.
Lantas, apa itu wuku dan apa saja makna dari masing-masing wuku?
Mengenal Pawukon dan Wuku
Dilansir dari kajian ilmiah karya Nur Azizah dan Dendi Pratama dalam jurnal Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 2 No. 02.
Pawukon merupakan ilmu dalam primbon Jawa yang mempelajari waktu, hari lahir, serta sifat-sifat seseorang.
Dalam penanggalan Jawa, terdapat 30 wuku dan masing-masing wuku berlangsung selama satu minggu atau tujuh hari.
Dengan demikian, satu siklus pawukon berlangsung selama:
30 wuku × 7 hari = 210 hari.
Setiap wuku mempunyai nama, dewa pelindung, serta gambaran sifat yang berbeda-beda menurut kepercayaan dalam pawukon.
30 Wuku dan Gambaran Wataknya
Berikut 30 wuku dalam pawukon beserta gambaran sifatnya berdasarkan sumber yang digunakan:
Perlu dicatat, gambaran sifat tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan pengetahuan tradisional dalam pawukon.
Sehingga tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk menentukan kepribadian seseorang.
Kenapa Jumlahnya 30 Wuku?
Angka 30 dalam pawukon juga memiliki cerita tersendiri.
Salah satu legenda yang berkaitan dengan asal-usul pawukon menceritakan Prabu Watugunung, Dewi Sinta, dan Batara Wisnu.
Dalam kisah tersebut, Prabu Watugunung diceritakan sebagai raja dari negeri Gilingwesi yang pergi menuju Suralaya atau kahyangan para dewa.
Perjalanan tersebut kemudian membawa Prabu Watugunung pada pertarungan dengan para dewa.
Setelah berbagai peristiwa, Prabu Watugunung akhirnya memperoleh pengangkatan bersama keluarganya ke kahyangan.
Dalam legenda tersebut, anggota keluarga Prabu Watugunung diangkat ke kahyangan satu per satu setiap minggu.
Kisah inilah yang kemudian dikaitkan secara simbolik dengan pembagian 30 wuku, dengan masing-masing wuku melambangkan satu minggu.
Jadi, 30 wuku tidak hanya menjadi sebuah hitungan dalam kalender, tetapi juga memiliki cerita mitologis yang melekat di dalamnya.
Wuku Dipakai untuk Apa?
Dalam tradisi Jawa, wuku tidak hanya digunakan untuk menandai perjalanan waktu.
Pawukon memiliki beberapa kegunaan, termasuk untuk melihat waktu yang dianggap baik serta meneliti sifat, watak, dan peruntungan berdasarkan hari lahir seseorang.
Dalam kehidupan masyarakat Jawa, perhitungan wuku juga dikaitkan dengan sejumlah keperluan tradisional, seperti:
Jadi, Wuku Berbeda dengan Weton?
Nah, ini bagian yang sering bikin bingung.
Wuku dan weton bukan istilah yang sama.
Wuku merupakan salah satu sistem dalam pawukon yang terdiri dari 30 bagian dengan siklus 210 hari.
Sementara itu, weton berkaitan dengan gabungan hari dalam saptawara dan pasaran Jawa yang kemudian menghasilkan perhitungan neptu.
Keduanya sama-sama digunakan dalam tradisi petungan Jawa, tetapi memiliki sistem perhitungan dan fungsi yang berbeda.
Karena itu, mengenal wuku bisa menjadi cara lain untuk melihat betapa kayanya sistem penanggalan tradisional Jawa.
Tribunners dari 30 wuku tadi, ada yang sudah tahu termasuk wuku apa saat lahir?
Tulis di kolom komentar ya!
Siapa tahu wuku kelahiran bisa jadi bahasan berikutnya!
(MG Natasya Aulia)