Iran menegaskan telah menyiapkan persenjataan yang jauh lebih merusak dan mematikan.
Bahkan, hingga berpotensi meratakan kawasan militer AS dan Israel jika perang baru kembali pecah.
Mengutip Tasnim pada (21/8), peringatan keras tersebut disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyikapi meningkatnya ketegangan di kawasan.
Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, menegaskan bahwa Iran terus meningkatkan kemampuan militernya secara intensif.
Ia menyebut pengembangan persenjataan Teheran kini berfokus pada peningkatkan akurasi, daya hancur, serta kecanggihan teknologi.
Jika pertempuran baru meletus, persenjataan Iran dipastikan akan sangat berbeda dan jauh lebih mematikan dibanding masa lalu.
"pasti akan berbeda dari masa lalu,"
Peningkatan kualitas persenjataan itu mencakup pembaruan generasi hulu ledak, jangkauan rudal yang lebih jauh, hingga presisi serangan.
Mohebbi menekankan bahwa Iran tidak pernah menghentikan program pengembangan militernya dalam kondisi apa pun.
Selain menyoroti persenjataan Iran, Mohebbi juga membahas konfrontasi antara gerakan Ansarullah di Yaman melawan Arab Saudi.
Ia berpendapat bahwa Arab Saudi tidak akan pernah mampu membendung atau mengalahkan kekuatan kelompok Ansarullah di Yaman.
Sebagai perbandingan, ia menyinggung kegagalan Israel menghancurkan Hamas di Gaza meski pertempuran telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Dengan kemampuan militer yang dinilai lebih lemah dari Israel, Arab Saudi dinilai tidak realistis jika berharap bisa menundukkan Yaman.
Mohebbi memperingatkan bahwa semakin keras serangan Arab Saudi, maka semakin intensif pula serangan balasan yang akan mereka terima.
Ia menyimpulkan bahwa kekuatan perlawanan Ansarullah di Yaman terus berkembang pesat dan akan melangkah maju dengan kapasitas yang jauh lebih besar.
Program: Tribun Video Update
Host: Yessy Arisanti Wienata
Editor Video: Tsabita Sirly Kamaliya
Uploader: Ramadhan Aji Prakoso