BMKG Ungkap Kondisi Kaltim saat Puncak Kemarau, Warga Diminta Tak Buka Lahan dengan Cara Membakar
Miftah Aulia Anggraini August 21, 2026 01:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Masyarakat Provinsi Kalimantan Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla selama puncak musim kemarau.

‎‎Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

‎‎Menurutnya, kondisi atmosfer Kalimantan Timur saat ini relatif kering.

Rendahnya kelembapan udara membuat vegetasi dan lahan menjadi lebih mudah terbakar.

‎“Jangan melakukan kegiatan membuka lahan dengan cara membakar. Jangan juga membuang puntung rokok di lahan yang sangat kering,” ujar Carolina dalam Podcast Tribun Kaltim, Jumat (21/8/2026).

Baca juga: BMKG Ungkap Kabut Asap Mulai Muncul di Utara Kaltim, Berau Mulai Terdampak

‎Ia menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena puncak musim kemarau Kalimantan Timur terjadi pada Agustus dan masih berlanjut hingga September dengan potensi hujan yang relatif kecil.

‎Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar ketika berada di lahan yang kering dan mendapat dukungan angin.

‎‎Carolina mengatakan upaya mencegah kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.

‎‎Sebab, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Baca juga: ‎Hotspot Kaltim Tembus 8.000 Titik hingga Agustus 2026, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla

‎‎“Dampaknya sangat luar biasa. Karena itu informasi dan imbauan harus disampaikan secara masif,” katanya.

‎‎Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap sumber api lainnya selama musim kemarau, termasuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan tidak terdapat kabel yang terbuka. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.