Gus Ipul Sentil Isu AHWA di Medsos Jelang Muktamar NU: Jangan Dipikirkan
Ndaru Wijayanto August 21, 2026 01:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul angkat bicara mengenai isu Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang beredar di media sosial menjelang Muktamar ke-35 NU.

Hal tersebut disampaikan tegas oleh Gus Ipul usai agenda istighosah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (20/8/2026) malam.

Gus Ipul meminta warga Nahdliyin tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia menegaskan, mekanisme AHWA yang berkaitan dengan pemilihan Rais Aam PBNU telah diatur secara jelas dalam aturan organisasi.

Menurut Gus Ipul, proses pengusulan AHWA tidak ditentukan oleh individu atau kelompok tertentu.

Seluruh tahapan berjalan melalui mekanisme jam'iyyah NU dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.

Baca juga: Wacana Ketum PBNU Dipilih Lewat AHWA, Gus Yahya Singgung Kemaslahatan Jamiyah NU

"Seluruh rangkaian muktamar ini telah diproses melalui mekanisme yang ada di jam'iyyah NU. Tidak ada yang diputus sendiri, termasuk segala hal yang menyangkut materi-materi muktamar. Usulan AHWA dan lain sebagainya mengacu kepada AD/ART," ucap Gus Ipul dalam keterangan yang ditulis Tribunjatim.com, Jumat (21/8/2026).

Ia menjelaskan, pengusulan nama-nama ulama untuk masuk dalam AHWA menjadi kewenangan jajaran Syuriyah di tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).

Proses pengusulan tersebut dilakukan melalui rapat harian resmi. Setelah itu, nama-nama yang telah diusulkan diserahkan dalam tahapan registrasi muktamar.

Baca juga: Muhammadiyah Dukung Muktamar NU di Jombang, Kerahkan Kokam dan Bagikan 10 Ribu Porsi Bakso Gratis

Gus Ipul menilai, para kiai dan ulama yang berada di jajaran Syuriyah telah memiliki pertimbangan masing-masing dalam menentukan nama-nama yang diusulkan.

Karena itu, ia meminta warga NU tidak menjadikan berbagai informasi yang beredar di media sosial sebagai rujukan apabila belum diketahui sumber dan kebenarannya.

"Para ulama, para kiai, para jajaran Syuriyah itu sudah memiliki pertimbangan masing-masing. Beliau-beliau itu bukan orang baru. Jadi kalau ada isu-isu di medsos, tidak sepenuhnya bisa dipercaya. Yang hoaks-hoaks itu tidak usah dipikirkan," katanya.

Gus Ipul Ingatkan Etika Kesantrian

Selain meminta Nahdliyin menyaring informasi, Gus Ipul juga mengingatkan agar dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang tetap berlangsung dengan menjunjung etika kesantrian.

Perbedaan pandangan terkait muktamar, menurutnya, tidak semestinya berkembang menjadi tindakan yang menyudutkan atau mencela para ulama.

Ia kembali menegaskan bahwa sistem AHWA bukan mekanisme baru dalam tubuh NU. Sistem tersebut telah digunakan dalam dua muktamar sebelumnya, yakni Muktamar ke-33 NU di Jombang pada 2015 dan Muktamar ke-34 NU di Lampung.

"Mekanismenya sudah paten, sudah baku. Apalagi sudah dilakukan dua kali sebelum muktamar, waktu di Jombang tahun 2015 dan kemarin di Lampung, melakukan hal yang sama berdasarkan AD/ART," tegasnya.

Persiapan Muktamar NU Capai Lebih dari 85 Persen

Selain membahas isu AHWA, Gus Ipul bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar juga meninjau persiapan fisik Muktamar ke-35 NU di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan berbagai fasilitas yang akan digunakan selama muktamar, termasuk lokasi persidangan hingga arena pembukaan.

Gus Ipul yang juga menjabat Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU mengatakan, secara keseluruhan persiapan telah mencapai lebih dari 85 persen.

"Kami mendampingi Rais Aam untuk melihat secara langsung perkembangan persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang insyaallah akan dibuka pada tanggal 27 Agustus yang akan datang, tepatnya hari Kamis. Secara keseluruhan persiapan sudah lebih dari 85 persen," ungkapnya.

Panitia pusat dan panitia lokal akan memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang masih berjalan.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.