117 Titik Panas Terdeteksi di Tapin Kalsel, Kabut Asap Mulai Terlihat Sore Hari
Irfani Rahman August 21, 2026 03:05 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sebanyak 117 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Jumat (21/8/2026) pagi.

Ratusan titik panas tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Tapin Selatan yang mencapai 48 titik.

Data tersebut berdasarkan Laporan Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Tapin per Jumat (21/8/2026) pukul 08.00 Wita.

Selain Tapin Selatan, hotspot juga terpantau di Kecamatan Lokpaikat sebanyak 26 titik dan Tapin Tengah 15 titik.

Kemudian Binuang delapan titik, Salam Babaris tujuh titik, Candi Laras Selatan enam titik, Candi Laras Utara empat titik, Bakarangan tiga titik.

Sementara itu, Kecamatan Tapin Utara, Piani, Hatungun dan Bungur dilaporkan nihil titik panas.

Baca juga: Heboh Penemuan Mayat dalam Rumah di Rangda Malingkung Tapin, Berawal Adanya Bau Tak Sedap

Baca juga: Polres HSS Bekuk Dua Pelaku Pembakaran Lahan, Sebabkan Ribuan Meter Area Lahan Terbakar

Meski jumlah titik panas mencapai 117 titik, BPBD Kabupaten Tapin melaporkan belum terdapat kejadian bencana pada Jumat pagi.

"Kejadian bencana nihil. Kondisi saat ini aman terkendali," demikian laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Tapin.

Kondisi cuaca juga terpantau cerah. Prakiraan cuaca pada siang hari sekitar pukul 14.00 Wita diperkirakan cerah dengan suhu mencapai 36 derajat Celsius, kelembapan 24 persen dan kecepatan angin enam kilometer per jam dari arah timur.

Namun, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena cuaca panas dan kering dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di Kota Rantau dan sejumlah wilayah sekitarnya, kabut asap juga mulai terlihat pada sore hari.

Kendati demikian, kabut asap tersebut belum mengganggu jarak pandang pengendara sehingga aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas masih berjalan normal.

BPBD Kabupaten Tapin terus melakukan pemantauan kondisi wilayah melalui perangkat radio komunikasi repeater VHF, SMS dan WhatsApp.

Petugas juga berkoordinasi dengan instansi terkait, Tim Reaksi Cepat (TRC), satgas, relawan dan masyarakat untuk memantau daerah yang berpotensi terjadi bencana.


Imbauan BPBD

Masyarakat Kabupaten Tapin juga diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya jumlah titik panas.

BPBD Tapin mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering seperti saat ini.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat munculnya api atau asap yang berpotensi berkembang menjadi karhutla.

Selain ancaman kebakaran, BPBD mengingatkan masyarakat untuk melindungi diri dari paparan kabut asap.

Di antaranya mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, menggunakan masker saat berada di luar rumah serta memperbanyak minum air putih.

Masyarakat juga diminta menutup pintu dan jendela rumah jika kabut asap mulai masuk ke dalam ruangan serta menjaga kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia dari paparan asap.

BPBD Tapin mengajak masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara membakar.

Upaya pencegahan dinilai penting karena berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Tapin, titik panas masih tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Tapin.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.