Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat makin tebal.
Imbas dari kabut asap tersebut sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat mengalami keterlambatan pada Jumat (21/8/2026).
Keterlambatan penerbangan itu dipicu oleh jarak pandang yang sangat minim akibat kabut asap yang memenuhi kota.
Ratusan calon penumpang pesawat terpaksa harus menunggu lebih lama terkait keberangkatannya.
Sementara itu, kebakaran hutan di Kalimantan juga turut berdampak hingga ke negara tetangga.
Sebanyak 591 sekolah di Sarawak Malaysia terpaksa diliburkan imbas tebalnya kabut asap.
Dinas Pendidikan Negeri Sarawak mengumumkan bahwa ratusan sekolah itu diliburkan lantaran semakin memburuknya kualitas udara di kota tersebut.
Sementara itu BMKG mendeteksi ada 3.759 titik panas di Kalimantan Barat.
Saat ini pemerintah terus berusaha menanggulangi karhutla dengan menggabungkan operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara.