Pemkab Pangandaran Klaim Stok Bahan Pokok Aman Selama Kemarau Panjang
Dedy Herdiana August 21, 2026 05:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengklaim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan bahan pokok masyarakat.

Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Pangandaran, Untung Saepul Rokhmat, mengatakan stok sejumlah kebutuhan pokok hingga Agustus 2026 masih dalam kondisi aman, termasuk beras dan berbagai kebutuhan dapur.

"Untuk beras di kita itu masih surplus. Walaupun di musim kemarau ini produksi belum begitu maksimal karena kemarau panjang," ujar Untung melalui WhatsApp, Jumat (21/8/2026) siang.

Menurutnya, kondisi kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Oktober mendatang menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian. 

Petani, katanya, akan menghadapi kendala dalam memulai kembali masa tanam maupun panen akibat keterbatasan air.

Baca juga: Disparbud Pangandaran Siapkan Pendataan Spesifik untuk Tingkatkan Kunjungan Turis Asing

Meski produksi pertanian terdampak, Untung memastikan kebutuhan pangan masyarakat masih dapat dipenuhi. Pasalnya, sejumlah komoditas seperti daging, telur, dan sayuran masih mendapatkan pasokan dari luar daerah.

"Kebutuhan seperti daging, telur, sayuran itu masih dipasok dari luar, karena cuaca di Pangandaran kurang cocok untuk sayuran," katanya.

Di tengah kondisi itu, Pemkab Pangandaran berharap pemerintah pusat dapat membangun gudang Bulog di Kabupaten Pangandaran.

Untung menilai keberadaan gudang Bulog penting untuk menampung sekaligus mengakomodasi hasil produksi petani lokal, terutama karena Pangandaran merupakan satu daerah penghasil beras di Jawa Barat.

"Biar bisa mengakomodir petani kita, jadi perputaran beras itu jelas dikelola oleh lembaga tersebut," ucap Untung.

Untung menyebut surplus produksi beras Pangandaran tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat daerah, tapi juga berpotensi mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Harapannya, dengan produksi beras yang surplus di Kabupaten Pangandaran, roda perputaran ekonomi di kalangan masyarakat juga lebih baik," ujarnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.