Kabar Terbaru Gempa Flores: 923 Sekolah Diliburkan, Sarana Darurat Sedang Dibangun
GH News August 21, 2026 10:10 PM
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.378 sekolah di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan akibat gempa 7,7 M yang mengguncang kawasan tersebut pekan lalu. Sebanyak 923 sekolah di antaranya diliburkan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa tim petugas gabungan sudah merampungkan proses pendataan sekolah yang rusak.

"Dari jumlah sekolah itu, progres pendataan secara keseluruhan telah mencapai 92 persen, kerusakan sarana fisik meliputi 5.521 unit ruang kelas rusak serta 502 unit bangunan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan kategori berat," ujarnya dalam Antara, Jumat (21/8/2026).

Pemerintah berupaya menggenapi sarana-prasarana darurat agar 177.678 siswa dan 21.166 guru-tenaga kependidikan terdampak bisa tetap melanjutkan atkvitias belajar mengajar. Selain 923 sekolah yang diliburkan, 35 sekolah sedang memanfaatkan ruang darurat untuk belajar.

Selain itu, 171 sekolah menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) sementara 30 sekolah masih melaksanakan aktivitas kegiatan belajar mengajar secara normal. Adapun 219 sekolah lainnya masih belum mendapatkan keterangan resmi dari timasesmen lapangan.

Kemenag Turun Tangan

Kementerian Agama turun tangan menyiapkan ruang belajar sementara bagi madrasahterdampak.Kemenag mencatat 72 RA/madrasahterdampak di tujuh kabupaten. Sebanyak 32 satuan pendidikan dengan 5.523 siswa ditetapkan sebagai Prioritas I karena mengalami kerusakan berat.

"Respons tanggap darurat harus berbasis kebutuhan. Karena itu, verifikasi dan pemutakhiran data terus dilakukan agar dukungan yang diberikan tepat sasaran," ujar Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, M. Arskal Salim.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, mengatakan penempatan ruang belajar sementara wajib memperhatikan faktor keselamatan. Tenda pembelajaran harus berada di lokasi yang aman dan tidak berdekatan dengan bangunan atau struktur yang berpotensi roboh.

"Pemulihan sarana pendidikan memang membutuhkan waktu, tetapi layanan pembelajaran harus tetap berjalan selama proses pemulihan itu," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.