TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali mengemuka di Desa Kecurit, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.
Aparat teritorial dari Koramil 1201-05/Toho bersama pemerintah desa dan warga setempat bahu-membahu membangun rumah layak huni bagi Suis, warga RT 05/RW 02, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kegiatan fisik di lapangan dimulai sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Aksi swadaya ini menjadi gambaran nyata kuatnya kolaborasi lintas unsur di tingkat tapak.
Proses pembangunan rumah tersebut melibatkan personel Babinsa Desa Kecurit, Peltu Tumiyo, yang hadir bersama empat personel Koramil 1201-05/Toho.
Kepala Desa Kecurit, Plorensius Deni, beserta jajaran perangkat desa dan warga sekitar juga turun langsung ke lokasi untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi.
Kehadiran unsur TNI di tengah warga desa bukan sekadar bantuan tenaga teknis.
Hal ini juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap warga yang membutuhkan sekaligus upaya memperkuat kebersamaan antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat.
Danramil 1201-05/Toho, Letda Czi Agus Fitriadi, menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam program perbaikan rumah tidak layak huni merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah binaan.
"Babinsa merupakan bagian dari masyarakat, sehingga sudah sepatutnya hadir dan membantu warga yang membutuhkan. Semangat gotong royong seperti ini harus terus kita pelihara karena menjadi kekuatan bersama dalam membantu masyarakat," ujar Agus.
Baca juga: 44 Titik Panas Terdeteksi di Mempawah, BPBD Fokus Tangani Karhutla di Sadaniang
Menurut Agus, keterlibatan aktif anggotanya di lapangan tidak berhenti pada pemenuhan target fisik bangunan semata, melainkan juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
"Kegiatan seperti ini juga menjadi salah satu bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berharap kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat," katanya.
Dari sisi pemerintah desa, pembangunan rumah untuk Suis ini diintervensi melalui skema penanganan tempat tinggal yang terstruktur.
Kepala Desa Kecurit, Plorensius Deni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari Pemerintah Desa Kecurit.
"Program RTLH ini merupakan bentuk perhatian pemerintah desa kepada masyarakat yang memang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak, aman dan nyaman," ungkap Plorensius.
Ia menyampaikan apresiasi atas respons dan keterlibatan jajaran Babinsa Koramil 1201-05/Toho serta warga yang secara sukarela menyumbangkan tenaga.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Babinsa, Koramil dan seluruh masyarakat yang ikut membantu. Dengan kebersamaan seperti ini, kami berharap pembangunan rumah ini bisa segera selesai dan memberikan manfaat bagi Suis dan keluarganya," ujarnya.
Bantuan pembangunan hunian baru ini menjadi kabar baik bagi keluarga penerima manfaat.
Suis menyatakan rasa syukurnya atas perhatian dari pemerintah desa yang didukung penuh oleh aparat TNI dan masyarakat.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah desa, TNI, Babinsa dan masyarakat yang sudah membantu membangun rumah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami," kata Suis.
Ia berharap rumah tersebut nantinya dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi keluarganya.
Aksi gotong royong di Desa Kecurit sekaligus menjadi gambaran kuatnya kepedulian sosial masyarakat setempat.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan warga diharapkan terus terjaga dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Seluruh rangkaian kegiatan pembangunan berjalan dalam situasi aman, tertib, dan lancar dengan seluruh unsur yang terlibat saling bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan. (*)