KPK Amankan Rektor Unsoed, Mahasiswa Pasang Spanduk Kritik dan Serukan "Gulingkan Sodiq"
Rustam Aji August 21, 2026 11:27 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO — Gelombang protes mahasiswa menyeruak di area kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto usai beredarnya kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, beserta sejumlah pejabat kampus.

Seruan "Gulingkan Sodiq" menggema di tengah aksi ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan patung Jenderal Soedirman Kampus Unsoed Purwokerto pada Jumat (21/8/2026). 

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan keprihatinan atas dugaan pencederaan integritas institusi pendidikan serta memasang spanduk kritik bertuliskan "Sodiq Berulah Lagi, Dua Periode Unsoed Masih Problematik". 

Perwakilan massa aksi, Ahmad, mengaitkan aksi ini sebagai ungkapan duka sekaligus perlawanan moral mahasiswa terhadap praktik korupsi di lingkungan akademik. 

"Ini lebih ke rasa duka kami atas dugaan korupsi yang dilakukan petinggi kami. Kampus yang seharusnya menjadi ruang integritas justru dicederai. Kami mendesak proses hukum dilakukan secara tegas, adil, dan tanpa pandang bulu," tegas Ahmad dalam orasinya. 

Baca juga: Tanggapan Mahasiswa Unsoed soal Dugaan Skandal Korupsi di Kampusnya

BEM Unsoed Soroti Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa

Sikap tegas juga disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed. Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Namun, BEM menegaskan tidak akan tinggal diam mengawal kasus ini. 

Azza memberikan perhatian khusus apabila perkara yang tengah diselidiki KPK berkaitan dengan proses penerimaan mahasiswa baru. 

"Penerimaan mahasiswa harus berjalan berdasarkan prinsip keadilan, transparansi, dan meritokrasi. Apabila benar ada penyimpangan di sektor ini, hal itu menjadi ancaman serius bagi sistem pendidikan kita," kata Azza. 

BEM Unsoed mendorong KPK untuk mengusut tuntas perkara ini secara objektif dan profesional. Pihaknya juga meminta manajemen universitas melakukan evaluasi dan pembenahan total terhadap tata kelola kampus agar lebih transparan dan akuntabel. 

"Unsoed bukan milik rektor atau perorangan, melainkan milik seluruh civitas akademika yang memiliki tanggung jawab kepada publik. Menjaga nama baik kampus bukan berarti menutup mata saat ada persoalan, melainkan berani mengkritisi dan membenahinya," pungkas Azza. (jti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.