Koramil Mempawah Hilir Bergerak Cepat Tangani Kebakaran Lahan 10 Hektare di Sengkubang
Try Juliansyah August 21, 2026 11:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Personel Koramil 1201-03/Mempawah Hilir bergerak cepat menindaklanjuti pemantauan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait munculnya indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah taktis tersebut diwujudkan melalui aksi pengecekan langsung ke lokasi titik panas atau hotspot di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Jumat, 21 Agustus 2026.

Pemantauan satelit BMKG mencatat terdapat sedikitnya 10 titik koordinat hotspot yang terdeteksi berada di area Desa Sengkubang.

Merespons potensi ancaman kebakaran tersebut, Danramil 1201-03/Mempawah Hilir Kapten Arm Bintoro Nugroho mengerahkan lima personel untuk menyisir area terdampak.

Penanganan di lapangan juga melibatkan peran aktif tiga orang warga lokal yang turut membantu proses pemadaman.

Tim gabungan meluncur ke titik lokasi musibah dengan mengendarai empat unit kendaraan roda dua untuk menembus rute darat.

Sesampainya di tempat kejadian, tim menemukan hamparan lahan yang hangus terbakar dengan perkiraan luas mencapai kurang lebih 10 hektare.

Identitas pemilik area yang terbakar hingga kini masih dalam tahap penelusuran, sementara titik lokasi masih terus memunculkan kepulan asap pekat.

Baca juga: Kebakaran di Pasar Sungai Duri Bengkayang, 50 Ruko Terbakar dan 119 Warga Terdampak

Respons Cepat dan Kendala Lapangan

Danramil 1201-03/Mempawah Hilir Kapten Arm Bintoro Nugroho menegaskan bahwa tindakan cepat diambil guna meminimalisasi risiko penyebaran api yang lebih luas.

"Begitu menerima informasi adanya hotspot di wilayah Desa Sengkubang, kami langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemadaman," ujarnya.

Bintoro mengungkapkan bahwa proses pemadaman di area Sengkubang menghadapi hambatan geografi yang cukup kompleks.

"Kondisi di lapangan cukup menantang karena titik api berada jauh dari jalan dan sumber air terbatas. Namun, personel bersama masyarakat tetap berupaya melakukan pemadaman dan mencegah api meluas," lanjut Bintoro.

Kendati dihadang akses jalan yang sempit serta minimnya pasokan air, para petugas dan warga tetap melakukan lokalisasi api secara manual dan terukur.

Atensi Khusus Komando Distrik Militer

Secara terpisah, Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini menegaskan komitmen jajarannya untuk merespons setiap temuan indikasi karhutla di wilayah hukum Kabupaten Mempawah tanpa penundaan.

"Kami terus menginstruksikan jajaran untuk merespons setiap laporan hotspot secara cepat dan melakukan pengecekan langsung di lapangan," kata Dandim.

Selain aksi pemadaman basah di titik api, Ali menekankan krusialnya langkah pencegahan dini di tingkat masyarakat.

"Penanganan karhutla tidak hanya sebatas pemadaman, tetapi juga pencegahan melalui edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," tegas Dandim.

Sosialisasi persuasif disematkan di sela-sela pemadaman guna mengedukasi warga sekitar agar meninggalkan praktik pembakaran lahan secara sembarangan.

Dandim menyebarkan peringatan bahwa dampak karhutla sangat destruktif bagi kelestarian lingkungan hidup dan kesehatan publik, khususnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Segera laporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," tutup Ali Isnaini. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.