Kebakaran di Pasar Sungai Duri Bengkayang, 50 Ruko Terbakar dan 119 Warga Terdampak
Try Juliansyah August 21, 2026 11:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kebakaran hebat menghanguskan kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Peristiwa naas tersebut terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 malam dan menyebabkan puluhan bangunan tempat usaha hangus dilalap si jago merah.

Sebanyak kurang lebih 50 unit rumah toko (ruko) dilaporkan terbakar dalam musibah yang melanda area pusat perbelanjaan lokal tersebut.

Kobaran api pertama kali terdeteksi dan mulai membesar sekitar pukul 18.20 WIB.

Api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya, memicu pengerahan puluhan unit pemadam kebakaran dari berbagai daerah sekitar ke lokasi kejadian.

Kepala Desa Sungai Duri, Heriyanto, mengonfirmasi bahwa berdasarkan data awal, ruko yang hangus terbakar tersebar di dua sisi jalan kawasan pasar.

"Kalau sementara yang kita dapat, ada sekitar kurang lebih 50 ruko yang terbakar. Ada sekitar 28 ruko di sebelah kanan dan 22 ruko di sebelah kiri kalau dari arah Pontianak," ujar Heriyanto, Jumat, 21 Agustus 2026.

Laporan awal masyarakat kepada pihak pemerintah desa menyebutkan bahwa titik awal kemunculan api berada di deretan bangunan sebelah kanan jalan dari arah Pontianak.

"Informasi awal dari masyarakat, api diduga pertama kali terlihat dari salah satu ruko yang berada di bagian tengah, yakni ruko di sisi kanan jalan kalau dari arah Pontianak," ungkapnya.

Baca juga: Tinjau Pasar Sungai Duri, Wakil Ketua DPRD Bengkayang Minta Korban Kebakaran Dapat Kemudahan Layanan

Faktor Angin dan Konstruksi Bangunan

Tiupan angin yang berembus kencang di lokasi menjadi faktor utama penyeberangan kobaran api hingga menyeberangi badan jalan pasar.

"Karena angin kuat dan api semakin membesar, akhirnya api menjalar ke sisi kiri jalan dan turut membakar ruko-ruko di sebelah kiri," katanya.

Kerapatan struktur antarbangunan serta penggunaan bahan kayu pada konstruksi lama turut mempercepat intensitas perambatan api.

"Kalau melihat bangunannya, memang ini bangunan lama. Rangka bangunannya masih banyak menggunakan material kayu, sementara ruko-ruko di sini juga saling berdekatan," jelasnya.

Ruko-ruko yang terdampak musibah ini dihuni oleh beragam komoditas perdagangan dan unit usaha ekonomi warga.

Jenis bisnis yang terdampak meliputi toko kelontong, perbaikan dan penjualan mesin, peralatan tulis kantor (ATK), hingga toko perhiasan emas.

"Kalau di pasar sini, ruko yang terbakar merupakan toko kelontong, toko mesin, ATK, toko emas, ada semua. Tapi kalau showroom motor tidak ada," ucap Heriyanto.

Penanganan dan Pendataan Warga Terdampak

Puluhan unit armada pemadam gabungan berjibaku memadamkan api selama lebih dari empat jam di bawah kondisi hembusan angin kencang.

Upaya lokalisasi titik api membuahkan hasil sekitar pukul 22.30 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan area guna mengantisipasi timbulnya titik api susulan.

Pemerintah Desa Sungai Duri segera mendirikan posko tanggap darurat bencana untuk mengakomodasi kebutuhan awal para korban.

"Kita di sini juga menyiapkan posko di Balai Desa," ujar Heriyanto.

Pendataan Wilayah RT 01/RW 01 menunjukkan sebanyak 77 jiwa terdampak yang menempati 28 ruko dari 25 Kepala Keluarga (KK).

"Mereka terdiri dari 15 lansia, 9 balita dan 53 orang dewasa. Di wilayah tersebut terdapat 28 ruko terdampak dengan jumlah 25 kepala keluarga," katanya.

Sementara untuk pendataan di wilayah RT 02/RW 01, tercatat ada 42 jiwa terdampak dari 14 KK yang menghuni 22 unit ruko.

"Dengan demikian, total sementara warga yang terdampak kebakaran mencapai 119 orang dari 39 kepala keluarga. Sebanyak 50 ruko terbakar atau terdampak dalam musibah tersebut," tambah Kades.

Kelompok rentan yang mencakup 22 warga lanjut usia dan 12 anak usia balita menjadi fokus prioritas bantuan logistik dan kesehatan di posko.

"Hingga kini, pendataan terhadap warga serta bangunan yang terdampak masih terus dilakukan," ungkapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.