Laporan Jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
WARTAKOTALIVE.COM, MUSTIKAJAYA - Balkon kanopi yang berada di bagian atap enam kios di kawasan Mutiara Gading Timur (MGT), Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, ambruk secara tiba-tiba pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Material bangunan yang runtuh menimpa area kios dan menyebabkan dua orang mengalami luka.
Dua korban masing-masing berinisial DS (36) dan JA (22).
Keduanya diketahui merupakan pedagang yang sedang berada di sekitar lokasi ketika bangunan tersebut ambruk.
Seorang pedagang yang berada di lokasi, Dodi (36), menduga kondisi bangunan yang sudah cukup tua menjadi salah satu faktor penyebab ambruknya balkon kanopi tersebut.
Menurut Dodi, material bangunan kemungkinan sudah tidak dalam kondisi layak. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti spesifikasi material maupun konstruksi besi yang digunakan pada bangunan tersebut.
"Udah tua aja kali ya mungkin bangunannya, kayaknya materialnya sudah tidak layak," kata Dodi saat ditemui di lokasi, Jumat (21/8/2026).
Ambruk Tiba-tiba
Dodi menceritakan, peristiwa tersebut terjadi ketika dirinya sedang berada di dalam kios dan tidak sedang melakukan aktivitas pekerjaan maupun renovasi bangunan.
Tiba-tiba terdengar suara keras dari arah bangunan.
Tak lama setelah suara tersebut terdengar, bagian balkon kanopi langsung runtuh.
"Terdengar suara keras, habis itu langsung ambruk aja tiba-tiba. Saya langsung lari keluar ruko," tutur Dodi.
Menurutnya, sebelum kejadian tidak terlihat tanda-tanda kerusakan yang mencolok pada bangunan tersebut.
Ia bahkan mengaku sudah berjualan soto di lokasi itu selama sekitar 15 tahun dengan sistem kontrak.
Selama belasan tahun menempati kios tersebut, Dodi tidak pernah melihat kondisi bangunan yang dianggap mengarah pada kerusakan serius.
"Bangunan tidak ada tanda-tanda rusak, tahu-tahu ambruk aja. Saya udah lama 15 tahun di sini juga," pungkasnya.
Dua Pedagang Terluka
Material bangunan yang jatuh menyebabkan dua orang mengalami luka. Salah satunya diketahui merupakan pedagang ayam goreng yang berada di sekitar lokasi.
Dodi mengatakan, saat kejadian kondisi kios tidak sedang ramai pembeli. Namun, kedua korban berada di area yang terdampak material bangunan.
"Kejadian tersebut berlangsung secara tiba-tiba, posisi tidak lagi ada pembeli, itu korban pedagang ayam goreng," ujarnya.
Sesaat setelah bangunan ambruk, warga bersama pedagang lainnya langsung melakukan evakuasi terhadap kedua korban.
Dari kondisi yang terlihat setelah dievakuasi, korban mengalami sejumlah luka, termasuk pada bagian kepala dan kaki.
"Parah kondisinya, tapi langsung dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi," kata Dodi.
Kedua korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Enam Kios Terdampak
Dodi menyebut bagian bangunan yang ambruk berada di atas enam kios yang selama ini digunakan untuk berbagai aktivitas perdagangan.
Kios-kios tersebut antara lain digunakan untuk berjualan soto mie, ayam goreng, warung kelontong, pisang goreng, dan martabak.
Ambruknya balkon kanopi tersebut membuat aktivitas perdagangan di sekitar lokasi terganggu.
Pedagang juga perlu memastikan kondisi area sebelum kembali menjalankan aktivitas untuk menghindari risiko material bangunan lain yang mungkin masih tidak stabil.
Pedagang Akan Koordinasi dengan Pemilik
Pasca kejadian, Dodi mengatakan dirinya bersama pedagang lainnya akan berkoordinasi dengan pemilik ruko terkait kondisi bangunan.
"Selanjutnya mau komunikasi sama yang punya ruko," jelasnya.
Menurut Dodi, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya bangunan, termasuk kondisi konstruksi dan material yang digunakan.
Dengan pemeriksaan tersebut, diharapkan dapat diketahui apakah bangunan masih layak digunakan atau membutuhkan perbaikan sebelum kembali ditempati.
Sementara itu, penyebab pasti ambruknya balkon kanopi masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.