Sempat Tertahan akibat Tawuran, KRL Bogor-Jakarta Kota Kembali Melintas, Penumpang Menumpuk
Feryanto Hadi August 21, 2026 11:32 PM

 


Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, Yolanda Putri Dewanti

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bogor-Jakarta Kota dan sebaliknya kembali melintas setelah sempat dihentikan sementara akibat tawuran warga di sekitar jalur kereta api kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026) sore.

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, perjalanan Commuter Line lintas Bogor kembali dapat melintas sejak pukul 17.59 WIB.

"Jalur Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota dan sebaliknya telah dapat dilewati kembali di jam 17.59," kata Leza saat dikonfirmasi Wartakotalive.com.

Meski perjalanan kereta telah kembali berjalan, kepadatan penumpang masih terjadi di Stasiun Manggarai.

Berdasarkan pantauan sekitar pukul 19.30 WIB, sejumlah peron masih dipadati calon penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Bogor maupun Jakarta Kota.

Di peron 11-12, penumpang bahkan harus menunggu kedatangan rangkaian berikutnya karena kereta yang tiba sudah dalam kondisi penuh.

Salah seorang penumpang, Meta (23), mengatakan dirinya memilih menunggu kereta berikutnya untuk melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Bogor.

"Iya nih nunggu kereta selanjutnya saja. Tadi masih penuh banget," ujar Meta.

Ia mengaku waktu tempuh perjalanan pulangnya menjadi lebih lama setelah sebelumnya menerima informasi mengenai gangguan perjalanan KRL akibat tawuran di sekitar jalur rel.

Baca juga: Tawuran Pecah di Sekitar Stasiun Manggarai hingga KRL Bogor-Jakarta Tertahan, Ini Ternyata Pemicunya

Sebelumnya 14 Perjalanan KRL Tertahan

Sebelumnya, perjalanan Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota maupun sebaliknya sempat dihentikan pada Jumat sore.

Penghentian tersebut merupakan imbas tawuran warga di sekitar Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 14 Stasiun Manggarai sekitar pukul 17.00 WIB.

KAI Commuter mengambil langkah tersebut untuk memastikan keselamatan penumpang sekaligus menjaga keamanan perjalanan kereta yang melintasi lokasi.

"Perjalanan Commuter Line Bogor dari arah Manggarai maupun dari arah Tebet perjalanannya dihentikan sementara. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan pengguna dan juga keamanan perjalanan Commuter Line," kata Leza.

Petugas pengamanan KAI Commuter juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan berada di sekitar lokasi tawuran untuk mengantisipasi gangguan keamanan di jalur rel.

Akibat kejadian tersebut, delapan perjalanan Commuter Line Bogor tujuan Jakarta Kota dan enam perjalanan tujuan Bogor sempat tertahan dan tidak dapat melintas di lokasi.

Setelah situasi dinilai aman, perjalanan kembali dibuka.

Namun, penumpukan penumpang yang terjadi selama perjalanan dihentikan membuat kepadatan masih terlihat di Stasiun Manggarai beberapa waktu setelah operasional kembali berjalan.

KAI Commuter mengimbau pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan petugas, dan tidak memaksakan diri naik apabila kondisi kereta sudah terlalu padat.

Pengguna juga diminta memantau perkembangan operasional melalui kanal resmi @commuterline maupun aplikasi C-Access.

Penyebab Tawuran

Keributan tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB dan berdampak terhadap perjalanan Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota maupun sebaliknya.

Lurah Bukit Duri Muhamad Ngasri mengatakan, tawuran diduga bermula dari persoalan antarwarga setelah terjadi insiden anak-anak menyeberangi rel kereta api pada Kamis (20/8/2026).

Menurut Ngasri, dalam insiden tersebut terdapat seorang anak yang diduga tertabrak kereta.

Anak tersebut diketahui masih duduk di kelas 6 sekolah dasar (SD).

“Ya kronologinya mungkin kemarin malam, Kamis. Anak-anak menyeberang rel, anak sebelah ada yang tertabrak,” ujar Ngasri saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Perselisihan Berlanjut hingga Orang Tua

Insiden tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan antarorang tua.

Menurut Ngasri, persoalan yang awalnya melibatkan anak-anak tersebut kemudian memicu pertengkaran antarkelompok warga hingga situasi semakin memanas pada Kamis malam.

Pihak Kelurahan Bukit Duri sempat berupaya memediasi warga yang terlibat untuk mencegah konflik kembali terjadi.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil. Tawuran kembali pecah tidak lama setelah warga meninggalkan kantor kelurahan.

“Tadi sempat didamaikan kembali di kelurahan saya panggil. 10 menit keluar dari kelurahan, di lokasi pecah,” kata Ngasri.

Ia menyebut keributan berlangsung di sekitar sisi jalur rel kereta api.

Diduga Ada Provokasi Pihak Luar

Ngasri menambahkan, persoalan tersebut semakin membesar setelah diduga terdapat provokasi dari pihak luar.

Menurut dia, konflik yang terjadi tidak hanya melibatkan warga Bukit Duri.

“Itu ada provokasi dari pihak luar. Bukan hanya warga Bukit Duri,” tuturnya.

Meski demikian, Ngasri memastikan situasi di lokasi saat ini telah mereda. Pihak kelurahan bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk mencegah terjadinya keributan susulan.

Perjalanan Commuter Line Sempat Dihentikan

Tawuran yang terjadi di sekitar jalur rel tersebut berdampak langsung terhadap perjalanan kereta Commuter Line.

KAI Commuter menghentikan sementara perjalanan Commuter Line relasi Bogor menuju Jakarta Kota maupun sebaliknya yang melintasi kawasan tersebut.

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, penghentian perjalanan dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang sekaligus keamanan perjalanan kereta.

“Perjalanan Commuter Line Bogor dari arah Manggarai maupun dari arah Tebet perjalanannya dihentikan sementara. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan pengguna dan juga keamanan perjalanan Commuter Line,” jelas Leza dalam keterangannya, Jumat.

Petugas Pengamanan KAI Commuter juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan berada di sekitar lokasi tawuran untuk mengantisipasi gangguan keamanan di jalur rel.

14 Perjalanan Commuter Line Terdampak

Akibat kejadian tersebut, sejumlah perjalanan Commuter Line Bogor mengalami penahanan.

Tercatat delapan perjalanan Commuter Line Bogor tujuan Jakarta Kota dan enam perjalanan Commuter Line tujuan Bogor masih tertahan dan belum dapat melintas di sekitar lokasi tawuran.

Kondisi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar perjalanan kereta tidak membahayakan penumpang maupun petugas, mengingat lokasi keributan berada tidak jauh dari jalur operasional kereta.

KAI Commuter mengimbau pengguna jasa untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas di stasiun.

Leza juga meminta penumpang tidak memaksakan diri naik apabila kondisi kereta sudah terlalu padat.

“KAI Commuter juga mengimbau kepada seluruh pengguna untuk selalu ikuti arahan petugas di stasiun dan tidak memaksakan naik jika kondisi kereta sudah terlalu padat serta memantau informasi operasional secara berkala melalui media sosial resmi @commuterline atau aplikasi C-Access,” ujarnya.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi juga diimbau tidak mendekati area jalur rel dan menyerahkan penanganan keributan kepada petugas keamanan serta aparat yang berwenang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.