Truk Bawa 4,6 Ton Getah Pinus Terbakar di Tulungagung, Kabel Listrik Warga Putus hingga Rumah Gelap
Dwi Prastika August 21, 2026 11:46 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, David Yohanes

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Kebakaran truk pengangkut getah pinus di Jalan Raya Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026) malam, berdampak hingga ke jaringan listrik warga.

Kobaran api membuat kabel listrik dan puluhan kabel serat optik di sekitar lokasi terbakar dan terputus.

Api bermula ketika truk membawa 4,6 ton getah pinus melaju di jalan desa sebelum sopir menghentikan kendaraan setelah melihat nyala api di bagian bak.

Getah yang terbakar kemudian meleleh dan mengalir ke pekarangan rumah warga, sehingga membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Kronologi Kejadian

Truk yang terbakar berangkat dari Semen Kediri membawa 4,6 ton getah pinus hendak dibawa ke Pabrik Gondorukem di Kabupaten Trenggalek.

Lelehan getah pinus yang terbakar mengalir ke pekarangan rumah warga, dan membakar pepohonan di sekitarnya.

Menurut salah satu warga RT 1/RW 1 Desa Jeli, Priyo Utomo, sudah ada nyala api di bak truk saat melaju sekitar 50 meter dari arah utara.

Baca juga: Lahan GRR Pertamina Tuban Terbakar Lagi, Kepulan Asap Tebal Tutupi Jalur Pantura

Sopir truk melaju pelan, seperti mencari lokasi yang aman untuk menghentikan kendaraannya.

“Setelah berhenti, api langsung berkobar sangat besar. Ketinggiannya mungkin sampai 6 meter, karena sampai membakar kabel listrik yang ke arah rumah saya,” ucapnya.

Truk berhenti di depan rumah warga bernama Wakini, tepat di samping rumah Priyo.

Api berkobar dengan cepat karena getah pinus adalah material yang mudah tersulut api.

Priyo mengatakan, sempat terdengar empat kali ledakan saat drum-drum plastik di bak truk terbakar.

“Getah pinus yang terbakar langsung meleleh keluar dari truk dengan masih menyala. Lelehan api itu mengalir ke mana-mana,” tambahnya.

Lelehan getah yang terbakar masuk ke saluran air, lalu mengalur ke dalam pekarangan rumah Wakini yang dalam kondisi kosong.

Baca juga: Kisah Heriyadi, Anggota Manggala Agni Jabalnusra Padamkan Kebakaran Bromo hingga Sempat Tersesat

Pepohonan di pekarangan rumah Wakini juga ikut terbakar karena besarnya nyala api.

Sementara pekarangan depan rumah Priyo juga ikut terbakar, menghanguskan tanaman buah seperti klengkeng.

Puluhan kabel serat optik yang ada di atas truk terputus satu per satu karena meleleh.

Sementara kabel listrik ke arah rumah Priyo akhirnya mengalami korsleting, karena isolasinya terbakar, sebelum akhirnya putus.

“Listrik rumah saya akhirnya mati. Kabelnya terputus karena ikut terbakar,” ucap Priyo sambil menunjuk rumahnya yang dalam keadaan gelap.

Truk ini dikemudikan oleh Bustomi (30), warga Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Dia adalah mitra yang digandeng untuk mengangkut getah pinus milik Perhutani ke pabrik Gondorukem di Trenggalek.

Truk yang terbakar ini ditaksir senilai Rp200 juta, sementara 1 ton getah pinus harganya sekitar Rp5 juta,

Dengan total berat 4,6 ton, nilai seluruh getah pinus ini sekitar Rp23 juta.

Baca juga: Pabrik Mi dan Kerupuk di Ngoro Mojokerto Terbakar Hebat, Kepulan Asap Hitam Membubung

“Total kerugian truk dan seluruh material di atasnya yang terbakar, kurang lebih Rp225 juta,” ujar Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Damkarmat Tulungagung, Iwan Supriyono, Jumat (21/8/2026).

Menurut Iwan, kesulitan pemadaman api karena getah yang meleleh dan menyala ke sejumlah arah.

Selain itu ada kabel PLN yang mengarah ke rumah warga yang terbakar dan putus, sehingga membahayakan tim pemadam kebakaran.

Namun berkat kesigapan petugas di lapangan, kabel yang putus itu tidak sampai melukai.

“Proses pemadaman sampai pendinginan sekitar satu jam. Alhamdulillah, semua aman,” ucapnya.

Iwan menduga, kebakaran ini berasal dari korsleting kelistrikan mobil di bagian bak.

Api mudah membesar karena getah pinus merupakan material yang sangat mudah terbakar, seperti minyak.

Iwan meminta sisa material segera dipindahkan dari lokasi, karena masih ada sisa getah pinus yang belum terbakar.

“Khawatirnya nanti ada yang melintas berbuat iseng, api bisa nyala kembali,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.