TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Kasus pernikahan dini di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut), kian memprihatinkan.
Bupati Bolsel Iskandar Kamaru bahkan membeberkan dari laporan yang masuk ke pihaknya, ada 300 kasus pernikahan dini hingga Juli 2026.
Hal tersebut dikatakan Iskandar Kamaru saat ditemui Tribunmanado.co.id di Alun-alun Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki.
Dari angka tersebut, Kamaru menuturkan pernikahan dini juga merambah ke tingkat SMP.
"Di Bolsel ini pernikahan dini sudah sangat tinggi, bahkan ada yang anak SMP sudah menikah," ujarnya.
"Ini tentu jadi pekerjaan rumah bagi kita semua," ungkapnya lagi.
Kamaru meminta agar semua pihak baik orang tua, guru, ataupun pemerintah bisa terus mensosialisasikan terkait bahaya pernikahan dini.
Menurutnya, sebelum sampai ke jenjang pernikahan harus ada kesiapan mental dan ekonomi.
"Berikan mereka pemahaman soal ini. Karena menikah itu tidak gampang," tuturnya.
"Orang tua dan guru juga harus memberikan edukasi baik di sekolah ataupun di rumah. Agar kasus pernikahan dini bisa ditekan bersama," ucapnya.
Dampak lain dari pernikahan dini adalah putus sekolah hingga resiko stunting pada bayi.
Maka dari itu, top eksekutif di Kabupaten Bolsel ini meminta para siswa untuk menahan diri.
"Kejar dulu mimpi dan cita-cita. Banggakan dulu orang tua, baru setelah itu menikah," tandas dia.
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan atau disingkat Bolsel adalah salah satu kabupeten di Provinsi Sulawesi Utara.
Kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo ini beribukota di Bolaang Uki.
Berjarak sekitar 248 kilometer dari Manado, Ibu Kota Provinsi.
Waktu tempuh sekitar 5 jam 35 menit perjalanan dengan mengendarai kendaraan bermotor. (Nie)
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini