SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Insiden kebakaran hebat melanda satu unit truk bernomor polisi N 8867 UR yang mengangkut muatan getah pinus di Jalan Raya Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung.
Peristiwa mencekam tersebut terjadi pada Jumat (21/8/2026) kira-kira pukul 18.30 WIB saat kendaraan melintas di lokasi kejadian.
Truk yang meluncur dari arah Semen, Kediri, menuju Pabrik Gondorukem di Kabupaten Trenggalek itu membawa muatan bahan mudah terbakar seberat 4,6 ton.
Baca juga: Nasib Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo di HUT RI ke 81 Gagal Remisi Akibat Denda Korupsi
Saksi mata di lokasi kejadian, Priyo Utomo (RT 1 RW 1 Desa Jeli), menuturkan bahwa tanda-tanda percikan api di bak truk sudah terlihat sejak kendaraan melaju sejauh 50 meter dari arah utara.
Pengemudi terlihat memelankan laju truknya guna mencari titik penghentian yang cukup aman.
“Setelah berhenti, api langsung berkobar sangat besar. Ketinggiannya mungkin sampai 6 meter, karena sampai membakar kabel listrik yang ke arah rumah saya,” ucapnya.
Kendaraan akhirnya berhenti tepat di depan kediaman milik Wakini yang berjejeran dengan rumah Priyo.
Material getah pinus yang sangat sensitif terhadap panas membuat si gugu merah membesar dalam hitungan detik.
Suara dentuman keras bahkan sempat mengejutkan warga sekitar saat wadah penyimpanan di bak truk hangus dilalap api.
“Getah pinus yang terbakar langsung meleleh keluar dari truk dengan masih menyala. Lelehan api itu mengalir ke mana-mana,” tambahnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Ngantru Tulungagung, Siswa SMKN 2 Tewas di Lokasi Kejadian
Cairan getah yang membara merembet ke saluran drainase hingga menerobos ke pekarangan kosong milik Wakini dan menghanguskan pepohonan di sekitarnya.
Tidak hanya itu, pekarangan depan rumah Priyo juga tak luput dari kobaran api hingga membakar habis tanaman buah kelengkeng miliknya.
Hawa panas berlebih turut melelehkan dan memutus puluhan kabel serat optik yang membentang tepat di atas badan truk.
Isolasi kabel listrik milik PLN ke arah rumah Priyo pun terbakar hingga mengalami arus pendek sebelum akhirnya terputus total.
“Listrik rumah saya akhirnya mati. Kabelnya terputus karena ikut terbakar,” ucap Priyo sambil menunjuk rumahnya yang dalam keadaan gelap.
Baca juga: Nasib Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo di HUT RI ke 81 Gagal Remisi Akibat Denda Korupsi
Truk muatan Perhutani tersebut dikemudikan oleh Bustomi (30), warga Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, yang ditunjuk sebagai mitra pengangkut.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Damkarmat Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan bahwa taksiran nilai armada truk mencapai Rp 200 juta, sedangkan muatan 4,6 ton getah pinus bernilai sekitar Rp 23 juta.
“Total kerugian truk dan seluruh material di atasnya yang terbakar, kurang lebih Rp 225 juta,” ujar Iwan.
Iwan mengungkapkan proses pemadaman menghadapi kendala lantaran lelehan getah panas terus mengalir ke berbagai jurusan disertai ancaman bahaya kabel listrik PLN yang putus.
Kendati demikian, berkat respons cepat petugas di lapangan, seluruh potensi bahaya berhasil diisolasi dengan aman.
“Proses pemadaman sampai pendinginan sekitar 1 jam. Alhamdulillah, semua aman,” ucapnya.
Dugaan awal mengarah pada terjadinya korsleting sistem kelistrikan kendaraan di bagian bak yang memicu pembakaran kilat pada cairan getah.
Iwan mengimbau agar sisa getah pinus yang belum terbakar di lokasi segera dibersihkan guna mengantisipasi timbulnya pemantik api susulan.
“Khawatirnya nanti ada yang melintas berbuat iseng, api bisa nyala kembali,” pungkasnya.