TRIBUNMANADO.CO.ID - KOTAMOBAGU - Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib meninjau proyek Optimisasi Gelanggang Olahraga (GOR) Ambang yang menelan anggaran Rp 7 miliar, Jumat, 21 Agustus 2026.
Lokasi pembangunan GOR Ambang di Kelurahan Kotamobagu (lorong Togop), Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut).
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta, Kepala Dinas PUPR Claudy Mokodongan dan Kepala Dinas Perhubungan Anas Marham Tungkagi.
Weny mengatakan, kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan pekerjaan yang telah dilaporkan selesai maupun yang masih berjalan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Peninjauan ini memastikan pekerjaan yang telah dilaporkan kepada kami setelah selesai 100 persen. Kami memastikan kembali apakah memang sudah benar diselesaikan 100 persen dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Weny.
Selain memastikan progres, Weny menekankan pentingnya kualitas pekerjaan.
Menurut dia, pembangunan fasilitas publik tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan.
Tetapi harus menghasilkan infrastruktur yang bermutu dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kemudian tentu kami meninjau tentang kualitas pelaksanaan pekerjaan. Sehingga betul-betul kita bisa memastikan pekerjaan ini bukan hanya menyiapkan prasarana dan sarana untuk masyarakat, tetapi kita juga melihat mutu daripada pekerjaan,” ujarnya.
Khusus di GOR Ambang, Weny kembali memastikan progres pekerjaan yang sebelumnya telah direncanakan pemerintah.
Ia meminta seluruh instansi terkait mengawal pekerjaan yang dilaksanakan pihak ketiga agar dapat diselesaikan sesuai target waktu dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Untuk mengejar waktu, kami menggunakan pihak terkait, instansi terkait, untuk selalu mengawal pekerjaan ini pada pihak ketiga dan harus diselesaikan tepat waktu, dan juga dengan kualitas yang bermutu sesuai dengan apa yang telah direncanakan,” kata Weny.
Ia juga meminta agar pekerjaan di sekitar GOR Ambang tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami juga memastikan bahwa pekerjaan ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang beraktivitas di sekitar Kelurahan Ambang. Itu yang menjadi tujuan dari kunjungan,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemkot Kotamobagu telah mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar untuk pekerjaan Optimisasi GOR Ambang tahap satu melalui APBD 2026.
Paket pekerjaan tersebut berada di bawah Dinas PUPR Kota Kotamobagu.
Nilai pagu paket ditetapkan Rp 7 miliar, dengan HPS Rp 6.999.997.862.
Proses pengadaan sebelumnya sempat mengalami tender ulang.
Dari 21 peserta yang mengikuti proses lelang, seluruhnya dinyatakan gugur pada tahap evaluasi karena tidak memenuhi persyaratan administrasi, teknis maupun penawaran harga.
Pemkot kemudian memastikan proses pengadaan dilanjutkan untuk mendapatkan penyedia yang memenuhi kualifikasi dan mampu melaksanakan pekerjaan sesuai standar.
Saat ini, perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada penyelesaian proyek, tetapi juga kualitas hasil pekerjaan.
Weny menegaskan fasilitas olahraga tersebut harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, baik untuk pembinaan atlet maupun kegiatan publik.
Dengan pengawasan langsung di lapangan, Pemkot Kotamobagu ingin memastikan proyek GOR Ambang tidak sekadar selesai secara administratif, tetapi juga memenuhi standar mutu, tepat waktu dan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi. (nie)
Baca juga: Anggaran Rp480 Miliar untuk Perbaikan Stadion Gelora Ambang, Usmar: Belum Ada Rekomendasi dari Pusat