TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PROBOLINGGO - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP Ansor) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjajaki kolaborasi dengan Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton dalam pengembangan teknologi dan ekosistem digital.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda, mulai dari penguatan ekosistem digital, literasi digital, hingga pengelolaan informasi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), badan otonom, dan pesantren.
Dari PC GP Ansor Kraksaan, pertemuan dihadiri Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan Abdul Wahid, Wakil Ketua sekaligus Kepala Badan Siber Ansor (BSA) Kraksaan Sundari Adi Wardhana, serta Sekretaris BSA Kraksaan Zainul Hasan R.
Kepala BSA Kraksaan Sundari Adi Wardhana mengatakan transformasi digital perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Warga NU, termasuk kalangan pesantren dan badan otonom, memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam perkembangan ruang digital.
Baca juga: Wali Kota Pasuruan Serahkan Bansos RTLH 2026 untuk 150 Rumah Tidak Layak Huni
"Yang ingin kami bangun bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi ekosistem digital yang mampu membuat warga NU lebih cakap mengelola informasi, memahami keamanan siber, dan memanfaatkan teknologi secara produktif," kata Sundari, Jum'at (21/8/2026).
Kerja sama dengan Unuja, lanjut Sundari, penting karena perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik dan teknologi yang dapat dikolaborasikan dengan kebutuhan organisasi.
"Kami berharap penjajakan ini dapat berkembang menjadi program nyata. Salah satunya melalui penguatan literasi digital dan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan NU dan pesantren," ujar Sundari.
"Ruang digital harus menjadi tempat yang sehat dan produktif. Karena itu, literasi digital, keamanan informasi, dan kemampuan mengelola teknologi menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan," imbuhnya.
Sementaea Kepala PDSI Unuja, Syaiful Huda menyambut baik gagasan kolaborasi tersebut. Sebab perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat.
"Teknologi pada akhirnya harus memberikan manfaat. Karena itu, kami melihat ada ruang yang cukup luas untuk berkolaborasi dengan GP Ansor, terutama dalam menjawab kebutuhan digitalisasi organisasi dan pesantren," tutur Syaiful.
Pengembangan ekosistem digital, menurut Syaiful, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi dapat memberi dukungan dari sisi pengetahuan, sumber daya manusia, hingga pengembangan sistem teknologi.
"Kami siap membuka ruang komunikasi lebih lanjut. Harapannya, pembahasan ini bisa berkembang menjadi kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat bagi NU, pesantren, serta masyarakat," ungkapnya.
(Ahsan Faradisi/TribunJatimTimur.com)