Ankara (ANTARA) - Otoritas Terusan Panama akan mengurangi jumlah kapal yang diizinkan melintas setiap hari akibat curah hujan rendah dan potensi El Nino yang parah sehingga memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan air.
Otoritas Terusan Panama (ACP), mengatakan slot transit harian akan dikurangi dalam dua tahap, dari saat ini 36 menjadi 34 kapal untuk jadwal transit mulai 4 September, kemudian menjadi 32 kapal mulai 15 September.
Perubahan tersebut akan berlaku bagi kapal yang melintasi pintu air Panamax maupun pintu air Neopanamax yang berukuran lebih besar.
ACP mengatakan akumulasi curah hujan di wilayah tangkapan air terusan selama Mei hingga Agustus 34 persen di bawah rata-rata historis, sementara aliran air yang masuk ke wilayah tersebut 44 persen lebih rendah dari biasanya.
Meskipun musim hujan telah tiba dan langkah-langkah penghematan air telah diterapkan, otoritas mengatakan tindakan lebih lanjut diperlukan untuk mendukung keberlanjutan operasional terusan dalam jangka panjang.
ACP menambahkan, prakiraan yang menunjukkan El Nino 2026-2027 yang sedang berkembang berpotensi menjadi sangat parah dapat semakin mengurangi curah hujan dan aliran air selama sisa musim hujan.
Otoritas mengatakan langkah-langkah tersebut bertujuan menjaga keandalan layanan terusan, melindungi pasokan air untuk konsumsi manusia, serta memberikan waktu yang cukup kepada perusahaan pelayaran untuk merencanakan perjalanan dan mengelola kegiatan rantai pasok.
Terusan Panama bergantung pada air tawar dari danau-danau di sekitarnya untuk mengoperasikan sistem pintu air. Setiap kapal yang melintas membutuhkan air dalam jumlah besar untuk menaikkan dan menurunkan kapal antara permukaan laut dan Danau Gatun.
ACP juga menunda pengurangan batas maksimum sarat kapal yang sebelumnya telah diumumkan bagi kapal yang menggunakan pintu air Neopanamax.
Otoritas mengatakan akan terus memantau kondisi cuaca, ketinggian air danau, serta aliran air dan dapat menerapkan perubahan operasional lebih lanjut jika diperlukan.
Pembatasan tersebut diberlakukan ketika industri pelayaran global sudah menghadapi gangguan akibat perang di Iran yang telah memangkas lalu lintas kapal secara tajam melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan terpenting di dunia.
Menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, Terusan Panama memungkinkan kapal menghindari perjalanan jauh mengelilingi ujung selatan Amerika Selatan dan menjadi jalur penting bagi perdagangan internasional.
Jalur air tersebut pernah menghadapi pembatasan serupa selama El Nino 2023-2024 ketika kekeringan berkepanjangan memaksa ACP secara bertahap mengurangi jumlah transit harian dan memberlakukan pembatasan sarat kapal.
Pengurangan terbaru tersebut akan meningkatkan pentingnya pemesanan transit lebih awal. ACP memperingatkan para pengguna bahwa hanya pemesanan yang telah dikonfirmasi yang dapat menjamin tanggal transit tertentu.
Sumber: Anadolu





