Truk Bawa 4,6 Ton Getah Pinus Terbakar di Jeli Tulungagung, Lelehan Api Mengalir ke Rumah Warga
Rendy Nicko August 21, 2026 11:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Truk N 8867 UR pengangkut getah pinus terbakar di Jalan Raya Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. 

Truk ini dari Semen Kediri membawa 4,6 ton getah pinus hendak dibawa ke Pabrik Gondorukem di Kabupaten Trenggalek. 

Lelehan getah pinus yang terbakar mengalir ke pekarangan rumah warga, dan membakar pepohonan di sekitarnya. 

Menurut salah satu warga RT 1 RW 1 Desa Jeli, Priyo Utomo, sudah ada nyala api di bak truk saat melaju sekitar 50 meter dari arah utara.

Baca juga: Dishub Tulungagung Soroti Jasa Parkir yang Pungut Rp 10.000 saat Karnaval di Desa-desa

Sopir truk melaju pelan, seperti mencari lokasi yang aman untuk menghentikan kendaraannya.

“Setelah berhenti, api langsung berkobar sangat besar. Ketinggiannya mungkin sampai 6 meter, karena sampai membakar kabel listrik yang ke arah rumah saya,” ucapnya.

Truk berhenti di depan rumah warga bernama Wakini, tepat di samping rumah Priyo. 

Api berkobar dengan cepat karena getah pinus adalah material yang mudah tersulut api. 

Priyo mengatakan, sempat terdengar 4 kali ledakan saat drum-drum plastik di bak truk terbakar. 

“Getah pinus yang terbakar langsung meleleh keluar dari truk dengan masih menyala. Lelehan api itu mengalir ke mana-mana,” tambahnya. 

Lelehan getah yang terbakar masuk ke saluran air, lalu mengalur ke dalam pekarangan rumah Wakini yang dalam kondisi kosong. 

Pepohonan di pekarangan rumah Wakini juga ikut terbakar karena besarnya nyala api. 

Sementara pekarangan depan rumah Priyo juga ikut terbakar, menghanguskan tanaman buah seperti klengkeng. 

Puluhan kabel serat optik yang ada di atas truk terputus satu per satu karena meleleh. 

Sementara kabel listrik ke arah rumah Priyo akhirnya korsleting, karena isolasinya terbakar, sebelum akhirnya putus. 

“Listrik rumah saya akhirnya mati. Kabelnya terputus karena ikut terbakar,” ucap Priyo sambil menunjuk rumahnya yang dalam keadaan gelap.

Truk ini dikemudikan oleh Bustomi (30), warga Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. 

Dia adalah mitra yang digandeng untuk mengangkut getah pinus milik Perhutani ini ke pabrik Gondorukem di Trenggalek. 

Truk yang terbakar ini ditaksir senilai Rp 200 juta, sementara 1 ton getah pinus harganya sekitar Rp 5 juta, 

Dengan total berat 4,6 ton, nilai seluruh getah pinus ini sekitar Rp 23 juta. 

“Total kerugian truk dan seluruh material di atasnya yang terbakar, kurang lebih Rp 225 juta,” ujar Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Damkarmat Tulungagung,  Iwan Supriyono.

Menurut Iwan, kesulitan pemadaman api karena getah yang meleleh dan menyala ke sejumlah arah. 

Selain itu ada kabel PLN yang mengarah ke rumah warga yang terbakar dan putus, sehingga membahayakan tim pemadam kebakaran.

Namun berkat kesigapan petugas di lapangan, kabel yang putus itu tidak sampai melukai. 

“Proses pemadaman sampai pendinginan sekitar 1 jam. Alhamdulillah, semua aman,” ucapnya. 

Iwan menduga, kebakaran ini berasal dari korsleting kelistrikan mobil di bagian bak. 

Api mudah membesar karena getah pinus merupakan material yang sangat mudah terbakar, seperti minyak. 

Iwan meminta sisa material segera dipindahkan dari lokasi, karena masih ada sisa getah pinus yang belum terbakar.

“Khawatirnya nanti ada yang melintas berbuat iseng, api bisa nyala kembali,” pungkasnya.

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.