Ojol di Probolinggo Keluhkan Kamtibmas di Depan Kapolres dan Walikota
Rendy Nicko Ramandha August 22, 2026 02:54 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PROBOLINGGO - Sejumlah persoalan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kota Probolinggo disampaikan dalam acara dialog kebangsaan oleh para komunitas Ojek Online (Ojol).

Acara itu dihadiri berbagai elemen, mulai Pemuda Muhammadiyah, PMII, PSHT, PERTUNI, organisasi keagamaan, komunitas media, Senkom, ORARI hingga komunitas driver ojol. Total terdapat sekitar 50 undangan yang mengikuti kegiatan.

Sementara dari narasumber mulai dari Kapolres Probolinggo AKBP Rico Yumasri, Walikota Probolinggo dr Aminuddin, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo Lilik Setyawan, serta Hakim Pengadilan Negeri Probolinggo Adi Putra.

Dialog yang digelar di Gedung Manggala Puri Manggala Bhakti, Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo, Jumat (21/8/2026) membawa tema 'Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital'.

Baca juga: Dorong Penguatan Ekosistem Digital, PC GP Ansor Kraksaan Probolinggo Gandeng Universitas Nurul Jadid

Dalam dialog tersebut mempertemukan pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas hingga kelompok keagamaan. 

Sejumlah keluhan seputar Kamtibmas itu di antaranya pembegalan, Geng Motor, Balap Liar hingga minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU).

Keluhan itu kemudian mendapat respons langsung dari Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri. Menurutnya, komunitas ojol selama ini merupakan salah satu mitra kepolisian dalam menjaga kamtibmas.

"Terima kasih kepada perwakilan ojol yang selama ini sudah menjadi mitra Kamtibmas. Saya selaku Kapolres akan menindaklanjuti keluhan dari masyarakat semua, bukan hanya dari ojol saja," kata AKBP Rico.

Di bawah kepemimpinannya, lanjut AKBP Rico, Polres Probolinggo Kota akan terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keamanan wilayah. Salah satunya dengan meningkatkan patroli pada jam-jam rawan.

"Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik seperti melaksanakan patroli di jam-jam rawan dan melakukan penindakan secara tegas terhadap para pelaku kejahatan yang ada di wilayah Kota Probolinggo," tegas AKBP Rico.

Selain persoalan kamtibmas, forum tersebut juga membahas tantangan masyarakat di tengah derasnya arus informasi di ruang digital. Rico mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Baca juga: Wali Kota Pasuruan Serahkan Bansos RTLH 2026 untuk 150 Rumah Tidak Layak Huni

Menurutnya, perbedaan pilihan, pandangan maupun kepentingan merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.

Selain persoalan itu, AKBP Rico mengajak masyarakat menjadikan ruang digital sebagai sarana mempererat persaudaraan, bukan sebagai tempat menyebarkan kebencian dan perpecahan.

"Polres Probolinggo Kota bersama seluruh unsur Forkopimda akan terus berupaya menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Probolinggo," pungkasnya.

(Ahsan Faradisi/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.