Populer Sumbar 20 Jembatan Rusak di Padang Pariaman, WNA India Ditangkap Gara-Gara Emas Illegal
afrizal August 22, 2026 09:27 AM

Mulai dari WNA asal India yang diamankan di Solok gara-gara emas illegal, 20 jembatan rusak di Padang Pariaman, rendang 1,8 ton asal Sumbar untuk korban gempa tiba di NTT 24 Agustus 2026 hingga ancaman banjir rob di wilayah Sumatera Barat. 

1. WNA Asal India Diamankan di Solok Gara-Gara Emas Illegal

Warga negara asing (WNA) asal India berinisial A (39) yang diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat terkait dugaan perdagangan emas ilegal ternyata sudah cukup lama tinggal di Indonesia.

Berdasarkan interogasi pihak kepolisian, pria tersebut diketahui telah menetap di Indonesia selama sekitar tujuh tahun. Selama berada di Indonesia, A juga telah menikah dengan perempuan asal Solok dan memiliki anak.

TRANSAKSI EMAS ILEGAL - Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya bersama Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Okta Rahmansyah saat menunjukan batangan emas ilegal di Mapolda Sumbar, Jumat (21/8/2026). Polda Sumbar berhasil mengungkap dugaan transaksi jual beli emas ilegal dengan terduga pelaku seorang WNA asal India.
TRANSAKSI EMAS ILEGAL - Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya bersama Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Okta Rahmansyah saat menunjukan batangan emas ilegal di Mapolda Sumbar, Jumat (21/8/2026). Polda Sumbar berhasil mengungkap dugaan transaksi jual beli emas ilegal dengan terduga pelaku seorang WNA asal India. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Baca juga: Populer Padang Warga Tambal Jembatan Pakai Kayu, Ubah Hobi Jadi Omzet Rp8 Juta per Bulan

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Okta Rahmansyah, mengatakan keberadaan A di Indonesia sudah berlangsung jauh sebelum dirinya diduga terlibat dalam aktivitas jual beli emas ilegal.

"Ya ini kalau pengakuannya kan dari bulan Maret melakukan ini, tapi dia sudah tinggal di Indonesia sekitar tujuh tahun. Tapi kita nggak tahu nanti kalau pengakuan berikutnya ini. Udah lama, karena yang bersangkutan pun sudah ada anak dan istri di sini," kata Okta.

Menurut pemeriksaan sementara, A mengaku mulai menjalankan aktivitas jual beli emas tersebut sejak Maret 2026.

Polisi masih mendalami aktivitas A, termasuk sejak kapan dirinya mulai terlibat dalam perdagangan emas, sumber emas yang diperolehnya, serta pihak-pihak yang berhubungan dengannya.

Selengkapnya KLIK DI SINI

2. Rendang 1,8 ton asal Sumbar untuk korban gempa tiba di NTT 24 Agustus 2026

Proses pengumpulan rendang di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) resmi ditutup dengan angka 1,8 ton, Jumat (21/8/2026).

Selanjutnya, paket rendang akan dikirimkan untuk korban gempa NTT dan proses pengemasan dikebut hari ini.

Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mengatakan pihaknya telah menutup donasi untuk pengumpulan rendang bagi korban gempa NTT.

BANTUAN KORBAN BENCANA- Suasana saat petugas melakukan pengemasan rendang di kantor BPBD Sumbar sebelum dikirim untuk korban gempa bumi NTT, Jumat (21/8/2026). Berdasarkan data dari petugas, Eca, data rendang yang masuk sudah mencapai 1,799,9 kilogram.
BANTUAN KORBAN BENCANA- Suasana saat petugas melakukan pengemasan rendang di kantor BPBD Sumbar sebelum dikirim untuk korban gempa bumi NTT, Jumat (21/8/2026). Berdasarkan data dari petugas, Eca, data rendang yang masuk sudah mencapai 1,799,9 kilogram. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

"Setelah salat Jumat tadi sudah kita tutup, rendang yang terkumpul mencapai 1,8 ton. Sebelumnya donasi dibuka secara online melalui media sosial dan datang mengantarkan langsung ke kantor," ucapnya.

Kata dia, proses pengemasan ke dalam kardus dikebut hari ini, hingga siap dikirim pada Sabtu atau Minggu (22-23/8/2026) mendatang.

Proses pengiriman paketan rendang tersebut ucap Ilham, menggunakan pesawat kargo Garuda.

Sehingga dengan proses pengemasan ke dalam kardus, dapat memudahkan pengangkutan.

"Rencana pengiriman dengan pesawat kargo kemungkinan besok atau Minggu, kita selesaikan dulu pengemasannya hari ini," jelasnya.

Ia menyebut, paketan rendang 1,8 ton tersebut ditargetkan sampai pada 24 Agustus 2026 di NTT.

Penyerahan secara simbolis oleh Gubernur Sumbar kepada korban gempa NTT akan dilangsungkan pada 26 Agustus 2026.

"Gubernur kita sudah di Makasar saat ini, penyerahan simbolis dilakukan pada 26 Agustus, semoga bisa sampai pada 24 Agustus," sebutnya.

Selengkapnya KLIK DI SINI

3. Sebanyak 20 Jembatan Rusak di Padang Pariaman

Bencana yang melanda Sumatera Barat pada 2025 meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengungkap sekitar 20 jembatan di wilayahnya mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Kerusakan terjadi pada berbagai jenis jembatan, mulai dari jembatan kecil, sedang hingga jembatan besar.

Hal itu disampaikan John Kenedy Azis saat meninjau Jembatan Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (21/8/2026).

Menurut John Kenedy, penanganan puluhan jembatan tersebut terbagi sesuai kewenangan. Sebagian dapat ditangani Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, sedangkan lainnya membutuhkan penanganan pemerintah pusat melalui balai jalan.

"Banyak sekali, ada 20-an, baik jembatan kecil, jembatan sedang, jembatan besar. Ada yang bisa diperbaiki pemerintah kabupaten maupun jembatan yang diperbaiki oleh balai jalan," kata John Kenedy kepada wartawan. 

Ia bersyukur sejumlah jembatan yang mengalami kerusakan sudah mulai diperbaiki.

Namun, persoalan infrastruktur di Padang Pariaman belum selesai.

Selain jembatan, sejumlah ruas jalan juga mengalami kerusakan parah. Bahkan, beberapa di antaranya terputus total akibat longsor dan badan jalan yang terban.

"Alhamdulillah sudah ada yang kita atasi dan perbaiki. Sekarang yang kita hadapi banyaknya jalan-jalan yang terban, jalan-jalan yang longsor. Ada beberapa jalan yang sekarang sama sekali putus, jadi harus kita perbaiki sesegera mungkin," ujarnya.

John Kenedy mengatakan sebagian kerusakan infrastruktur tersebut telah masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P).

Namun, masih ada kerusakan lainnya yang belum masuk dalam program tersebut sehingga membutuhkan penanganan melalui skema berbeda.

Selengkapnya KLIK DI SINI

4. Banjir Rob Mengancam Pesisir Sumbar Akhir Agustus 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis peringatan dini mengenai potensi banjir rob yang mengancam wilayah pesisir Sumatera Barat menjelang akhir Agustus 2026.

Informasi banjir rob Sumatera Barat tersebut dikutip dari BMKG, Jumat (21/8/2026).

Potensi tersebut berkaitan dengan fenomena Fase Bulan Purnama yang diperkirakan terjadi pada 28 Agustus 2026.

BMKG menjelaskan fenomena Bulan Purnama dapat meningkatkan ketinggian maksimum air laut.

Berdasarkan pemantauan data ketinggian muka air laut atau water level dan prediksi pasang surut, banjir rob Sumatera Barat berpotensi muncul di sejumlah kawasan pesisir.

Wilayah yang masuk dalam pemantauan BMKG mencakup pesisir Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, serta Kepulauan Mentawai.

Untuk wilayah Kepulauan Mentawai, potensi tersebut mencakup kawasan pesisir Pulau Pagai, Siberut, dan Sipora.

Potensi banjir rob dapat berdampak pada aktivitas masyarakat yang berlangsung di kawasan pesisir. BMKG menyebut beberapa aktivitas yang perlu diperhatikan antara lain kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas warga di permukiman pesisir, tambak garam, hingga perikanan darat.

Kondisi pasang maksimum air laut juga perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar garis pantai.

Selengkapnya KLIK DI SINI

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.