Populer Padang Warga Tambal Jembatan Pakai Kayu, Ubah Hobi Jadi Omzet Rp8 Juta per Bulan
afrizal August 22, 2026 09:27 AM

Mulai dari warga tambal jembatan Kalawi Limau Manis menggunakan kayu, pencurian handphone di ruang tunggu ICU rumah sakit hingga hobi yang bisa menghasilkan omset Rp 8 juta perbulan. 

1. Warga Tambal Jembatan Kalawi Limau Manis Pakai Kayu

Jembatan Kalawi di kawasan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, masih menjadi tumpuan warga untuk beraktivitas sehari-hari. 

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, Jumat (21/8/2026), jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana November 2025 masih ramai dilintasi warga, terutama pengendara sepeda motor.

Bagian jembatan yang putus bahkan diperbaiki secara swadaya oleh warga dengan menggunakan kayu seadanya agar tetap bisa dilewati sepeda motor dengan satu arah. 

Namun, kondisi tersebut membuat warga harus ekstra hati-hati dampak rusaknya jembatan tersebut. Apalagi pada malam hari, jembatan minim penerangan sehingga meningkatkan kekhawatiran bagi pengendara yang melintas.

Salah seorang pengendara, Azahra Salsabila, mengatakan kerusakan jembatan sangat berdampak terhadap mobilitas warga sekitar. 

Menurutnya, Jembatan Kalawi sebenarnya merupakan jalur alternatif yang membantu warga memangkas waktu perjalanan, termasuk menuju kawasan kampus Universitas Andalas (Unand).

"Ini memang jembatan alternatif. Namun dampak rusak ini kita harus berputar jauh mencari jalan alternatif," kata Azahra saat ditemui TribunPadang.com di Jembatan Kalawi.

Ia mengatakan, sebelum mengalami kerusakan, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu warga mempercepat perjalanan.

Namun setelah rusak, warga yang hendak menuju kawasan Unand harus mengambil jalur memutar.

"Yang biasa ini bisa mempercepat jalan kita, namun rusak kita harus berputar ketika hujan. Sehingga kerusakan ini sangat membuat kendala bagi kami yang berputar jauh ke arah kampus Unand," ujarnya.

Tak hanya persoalan jarak, Azahra juga mengaku khawatir ketika harus melintasi jembatan tersebut.

Selengkapnya KLIK DI SINI

2. Curi HP di Ruang Tunggu ICU Rumah Sakit

Tim Klewang Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Padang berhasil meringkus seorang pria berinisial MA (27), residivis kasus pencurian yang kembali beraksi.

Tersangka ditangkap karena terlibat dalam pencurian satu unit telepon genggam di ruang tunggu salah satu rumah sakit yang berada di Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Padang.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, membenarkan penangkapan tersangka yang diketahui telah tiga kali keluar masuk penjara karena kasus serupa.

"Tersangka berinisial MA ini adalah residivis dengan catatan tiga kali terlibat kasus pencurian. Ia kembali kita amankan atas tindak pidana pencurian yang terjadi di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina," ujar Kompol Yasin, Kamis (20/8/2026).

Penangkapan tersangka dilakukan oleh Tim Klewang yang dipimpin Kanit VI Sat Reskrim Polresta Padang, IPTU Adrian Afandi, bersama Kasubnit IPDA Ryan Fermana, pada Rabu (19/8/2026) sore.

Kompol Yasin menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aksi pencurian yang terjadi pada Juli lalu.

Setelah melakukan penyelidikan intensif dan melacak keberadaan barang bukti, tim mendapati informasi bahwa seseorang tengah mencoba menjual unit ponsel dengan merek dan nomor IMEI yang cocok dengan milik korban.

"Setelah memastikan barang bukti tersebut milik korban, tim melakukan pertemuan dengan tersangka di dekat SPBU Coco Rawang. Saat diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya mengambil handphone tersebut di ruang tunggu ICU," lanjutnya.

Selengkapnya KLIK DI SINI

3. Ubah Hobi Jadi Omzet Rp8 Juta per Bulan

Achi Craft Gallery, sebuah usaha kerajinan yang membuktikan bahwa hobi dapat berkembang menjadi bisnis kreatif yang terus bertahan di tengah persaingan industri.

Di balik Achi Craft Gallery berdiri sosok Vivy Mulia bersama sang suami. Kecintaan mereka terhadap dunia kerajinan menjadi titik awal perjalanan usaha yang dimulai sejak 2019.

Sebelum dikenal sebagai produsen berbagai produk handmade, mereka hanya membuat kerajinan sebagai hobi. Galeri kecil itu awalnya menjadi tempat menuangkan kreativitas sekaligus memamerkan hasil karya yang mereka buat secara manual.

Seiring waktu, permintaan dari pelanggan mulai berdatangan.

Mereka kemudian melihat peluang bahwa karya yang selama ini dibuat dengan penuh ketekunan ternyata memiliki pasar yang cukup luas.

"Awalnya memang hanya sebuah hobi. Seiring berjalannya waktu, akhirnya kami fokus mengembangkan ini menjadi sebuah bisnis," ujar Vivy, Sabtu (1/8/2026).

Perjalanan tersebut tidak berlangsung instan. Mereka terus belajar memahami kebutuhan pasar, memperbaiki kualitas produk, serta membangun identitas merek agar mampu bersaing dengan produk sejenis.

Selengkapnya KLIK DI SINI

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.