SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Manajemen Sriwijaya FC akhirnya buka suara terkait sanksi FIFA berupa larangan registrasi pemain baru atau FIFA Banned yang saat ini menimpa klub berjuluk Laskar Wong Kito.
Wapres Sriwijaya FC Mohammad David mengatakan, manajemen tengah melakukan berbagai upaya agar sanksi tersebut dapat segera diselesaikan sehingga pemain-pemain baru yang telah dipersiapkan bisa didaftarkan untuk menghadapi Liga Nusantara 2026/2027.
"Sejauh ini sedang proses negosiasi dengan FIFA," kata David saat ditemui seusai uji coba Sriwijaya FC di Lapangan Panahan Jakabaring Sport City, Jumat (21/8/2026) sore.
Menurut David, selain berkomunikasi dengan FIFA, manajemen juga melakukan koordinasi dan upaya penyelesaian bersama sejumlah pihak terkait, di antaranya Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan PSSI.
Upaya tersebut dilakukan agar persoalan sanksi dapat diselesaikan sebelum kompetisi Liga Nusantara bergulir.
"Yang pasti sebelum liga awal bulan 9 ini kita melakukan upaya untuk melakukan penyelesaian," ujarnya.
David menegaskan, adanya sanksi FIFA tersebut sejauh ini tidak mengganggu proses persiapan tim.
Sriwijaya FC tetap menjalankan program latihan dan menyiapkan komposisi pemain untuk menghadapi kompetisi.
Ia mencontohkan sejumlah klub yang pernah mendapat sanksi serupa namun tetap menjalankan persiapan tim.
"Seperti PSBS Biak, namun masih melakukan sesi latihan dan persiapan. Untuk saat ini tim Sriwijaya FC harus bisa memiliki pemain terlebih dahulu sebelum menyelesaikan banned FIFA," katanya.
Manajemen Sriwijaya FC kini berharap proses negosiasi dan penyelesaian sanksi dapat berjalan lancar.
Hal tersebut menjadi prioritas agar pemain-pemain baru yang sudah dipersiapkan dapat segera didaftarkan secara resmi.
"Intinya kita minta doa untuk bisa menyelesaikan banned dari FIFA, itu dahulu yang kita utamakan agar para pemain baru bisa didaftarkan sebagai pemain Sriwijaya FC yang baru," tutup David.