SURYA.co.id, JEMBER – Ribuan pedagang Pasar Tanjung Jember bersiap meninggalkan lapak mereka.
Pasar yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Jember itu akan dirobohkan total dan dibangun kembali melalui proyek revitalisasi yang dikerjakan Kementerian Perdagangan RI.
Tahapan menuju proyek fisik tersebut mulai dipersiapkan Pemkab Jember.
Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Jember memastikan pekerjaan fisik revitalisasi akan berlangsung pada 2027, sementara proses menuju pembangunan dimulai pada Desember 2026.
Kepala Diskopukmdag Jember Sartini mengatakan pendataan pedagang menjadi salah satu tahapan penting sebelum proses revitalisasi dimulai.
Data pedagang dikumpulkan secara by name by address. Setelah itu, data akan dipadankan melalui proses verifikasi dan validasi (verval).
"Ini kami melakukan pendataan pedagang by name by address, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pemadanan data pada pedagang. Data dari verval (verifikasi dan validasi) ini kemudian akan mendapatkan penetapan, sebelum revitalisasi dimulai," ujar Sartini, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Sartini, pendataan tersebut diperlukan karena seluruh pedagang nantinya harus direlokasi menyusul rencana pembongkaran total Pasar Tanjung.
Revitalisasi pasar yang berdiri sejak 1973 itu akan dikerjakan Kementerian Perdagangan RI dengan skema anggaran multiyears.
Pemkab Jember telah menyiapkan dua opsi lokasi untuk menampung pedagang selama Pasar Tanjung direvitalisasi, yakni Lapangan Talangsari dan GNI Jember.
Lapangan Talangsari disiapkan bagi pedagang kelompok dagangan basah, sedangkan pedagang kelompok dagangan kering diarahkan ke GNI Jember.
Namun, rencana tersebut mendapat masukan dari pedagang. Mereka berharap lokasi untuk pedagang basah dan kering tidak dipisahkan terlalu jauh.
Pedagang kemudian mengusulkan Jalan Samanhudi sebagai lokasi relokasi agar kedua kelompok pedagang tetap berdekatan.
"Namun pedagang meminta agar kedua jenis ini tidak berjauhan, dan mereka menawarkan Jl Samanhudi sebagai lokasi relokasi," kata Sartini.
Pemkab Jember masih mematangkan pilihan lokasi sekaligus memastikan data pedagang yang akan terdampak revitalisasi benar-benar akurat.
Persoalan pendataan menjadi tantangan tersendiri karena jumlah pedagang berdasarkan pendataan awal mencapai 2.127 orang.
Setelah dilakukan penelusuran, jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 1.700 pedagang.
Sartini menjelaskan, kondisi itu salah satunya dipengaruhi adanya pedagang yang menggunakan lebih dari satu lapak.
Satu pedagang bahkan bisa memiliki hingga lima lapak. Namun, tidak seluruh lapak digunakan untuk aktivitas jual beli karena sebagian dimanfaatkan sebagai gudang.
Karena itu, Diskopukmdag akan melakukan pendataan berdasarkan satu nama dan satu lapak yang sesuai dengan izin serta pembayaran retribusi.
"Ini yang kami terus data by name by address, kemudian datanya kami padankan untuk mendapatkan penetapan," terang Sartini.
Rencana revitalisasi Pasar Tanjung mendapat perhatian dari DPRD Jember.
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Arifiyanto meminta pemerintah memastikan seluruh proses berjalan adil bagi para pedagang.
Menurutnya, revitalisasi memang penting untuk memperbaiki kondisi pasar, tetapi kepentingan pedagang yang terdampak juga harus diperhatikan.
"Jangan sampai ada yang dirugikan," tegas Candra.
Dengan pekerjaan fisik dijadwalkan berlangsung pada 2027, Pemkab Jember kini mengejar penyelesaian pendataan, verifikasi, validasi, serta penetapan pedagang sekaligus mematangkan skema relokasi sebelum pembongkaran Pasar Tanjung dimulai.