Viral di media sosial diduga bocah memergoki pria yang membakar lahan di Kalimantan Tengah.
Video viral tersebut pun turut dibagikan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka di laman Instagram-nya.
Dai video itu tampak seorang bocah berboncengan sepeda motor sedang memasuki kawasan hutan pada malam hari.
Berlokasi di kawasan Jaya 65, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bocah tersebut merekam dua pria yang sedang berjalan di dekat lahan.
Sang bocah awalnya bertanya soal api yang sempat ia lihat ada di lahan tersebut.
"Di mana mang apinya?" tanya sang bocah.
"Enggak ada," kata pria di lahan.
Mendengar jawaban sang pria, bocah tersebut syok.
Ia pun curiga pria yang ia temui tersebut adalah pembakar lahan.
Sebab pria tersebut buru-buru mengusir sang bocah dari lahan.
"Hah? tadi ada mang di situ," tanya bocah.
"Enggak ada! Pulang sana. Enggak ada api," kata sang pria.
Video yang viral beredar itu pun ramai disorot.
Hingga sebuah akun mendeskripsikan narasi soal dugaan pria tersebut adalah terduga pembakar lahan.
"*PELAKU PEMBAKARAN KALIBATA DEKAT TEMPAT MANDIAN* ini pelakunya tmn-tmn, sebenarnya tadi kerekam mukanya tapi oleh dia hidupin senter jd gk kelihatan mukanya," tulis akun Instagram valen_ggerni.
Pun dengan nasib sang bocah setelah kejadian tersebut.
Namun publik masih dibuat penasaran dengan penyebab kebakaran lahan yang mengepung hampir seluruh wilayah Kalimantan.
Tarzan asal Kalimantan buka suara
Bak menjawab rasa penasaran publik, aktivis sekaligus Youtuber asal Kalimantan, Andrew Kalaweit membongkar fakta soal kebakaran lahan di wilayahnya.
Pemuda berjuluk tarzan dari Kalimantan itu mengunggah video wilayah Kalimantan diselumuti asap sejak Juli 2026.
"Ini baru bulan Agustus… kemarau masih panjang… tetapi kalimantan sudah diselimuti kabut asap :(
18 agustus, 2026," tulis Andrew dalam akun Threads-nya.
Lalu dalam postingan terbaru, Andrew mengurai pemicu kebakaran lahan yang menghilangkan hutam di Kalimantan.
Kata Andrew, kebakaran tersebut bukan karena alam atau cuaca panas.
"Hutan tidak terbakar dengan sendirinya," tulis Andrew.
Pemicu kebakaran lahan diungkap Andrew adalah karena pembukaan lahan untuk penanaman sawit.
"Berladang dengan cara tradisional untuk tanam padi itu tidak masalah. itu sudah di lakukan dari jaman dahulu. Bagian besar pembukaan lahan saat ini bukan untuk tanam padi…. lahan dibuka untuk tanam sawit," kata Andrew.
Titik karhutla di Kalimantan
Untuk diketahui, karhutla di Kalimantan terjadi di beberapa titik yang hampir menyelimuti seluruh bagian Kalimantan.
Dilansir dari pemutakhiran Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan yang dilansir dari laman resmi Kemenhut, secara akumulasi selama periode 17–19 Agustus 2026, tercatat 367 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat.
SIPONGI juga mencatat 343 hotspot di Kalimantan Tengah dan 40 hotspot di Kalimantan Selatan.
Total keseluruhan hotspot di tiga provinsi tersebut mencapai 750 titik.
Hingga kini warga di Kalbar, Kalteng, dan Kalsel masih berjuang bertahan hidup di tengah kepungan asap.
Dika, seorang warga di Banjarbaru, Kalimantan Selatan mengaku sampai tidak bisa melihat rumah tetangganya.
Warga Kompleks Shafwah, Landasan Ulin itu mengatakan, pada pagi hari, kabut asap mengepung seluruh kompleks tempat tinggalnya.
Bahkan, rumah tetangganya pun sampai tak terlihat olehnya.
"Jarak pandang itu cuma lima meter mungkin. Buka pintu rumah tetangga gak kelihatan. Seperti berada di dunia lain," ujar Dika dilansir dari Kompas.com.