Cuaca Panas Bikin Tanaman Cabai Kerdil, Petani di Remboken Minahasa Rugi
Ventrico Nonutu August 22, 2026 11:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sektor pertanian di Kabupaten Minahasa mulai terdampak cuaca panas berkepanjangan.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah petani cabai rawit di Kecamatan Remboken.

Kondisi cuaca tersebut membuat sebagian tanaman cabai milik petani tumbuh kerdil hingga mati sebelum memasuki masa panen. Dampaknya, hasil produksi diperkirakan menurun.

Nicky Lumentut, petani cabai rawit di Waliakat, Desa Talikuran, Remboken, Minahasa, mengatakan sekitar seperempat tanaman cabai miliknya telah mati akibat kondisi tersebut.

"Saya tanam sekitar 14 ribu pohon di tanah seluas dua hektare," jelasnya, Jumat 21 Agustus 2026.

Selain tanaman yang mati, sejumlah pohon cabai lainnya juga mengalami pertumbuhan yang tidak maksimal.

Kondisi itu turut memengaruhi jumlah buah yang dihasilkan.

"Ini usia pohon sudah 5 bulan, dua minggu lagi sudah siap dipanen," kata dia.

Meski kerugian mulai dirasakan, Nicky tetap melakukan perawatan terhadap tanaman yang masih bertahan.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

"Kalau dibiarkan akan lebih rugi," jelasnya.

Ia menyebutkan, modal yang harus dikeluarkan untuk sekali musim tanam mencapai sekitar Rp30 juta.

Di tengah cuaca panas, kebutuhan air untuk tanaman pun meningkat.

Jika biasanya tanaman cabai hanya disemprot, kini penyiraman harus dilakukan lebih sering, yakni dua hingga tiga kali dalam sepekan.

"Tidak setiap hari, lantaran cukup banyak," kata dia.

Nicky berharap hujan segera turun sehingga kondisi tanah dan tanaman kembali membaik.

Dengan demikian, tanaman cabai yang masih bertahan dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah secara maksimal.

(TribunManado.co.id/Amg)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.