Kerukunan Keluarga Ngada Nagekeo Gelar Aksi Peduli Gempa Flores di Fakfak
Roifah Dzatu Azmah August 22, 2026 11:44 AM

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Aldi Bimantara 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Masyarakat yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Ngada Nagekeo menggelar aksi peduli gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), di Kota Pala Fakfak, Papua Barat.

Pantauan TribunPapuaBarat.com Sabtu (22/8/2026), masyarakat membentangkan spanduk aksi peduli gempa bumi Flores di Pasar Dulanpokpok pada Sabtu pagi dengan mengusung tema "Duka Flores adalah Duka Kita".

Aksi peduli Gempa Flores NTT selanjutnya akan digelar pada pukul 15.00 WIT di Lampu Merah Pasar Rakyat Thumburuni, Fakfak, Papua Barat.

"Kami telah melakukan aksi kemanusiaan dan penggalangan dana korban gempa bumi Flores NTT di Pasar Dulanpokpok pagi tadi dan akan dilanjutkan di lampu Merah Pasar Thumburuni," ujar Ketua Kerukunan Keluarga Ngada Nagekeo Kabupaten Fakfak, Gregorius Meo kepada Tribun. 

Baca juga: Lakotani Klaim Didukung 23 Cabor dan 4 KONI Kabupaten, Bantah Isu Intimidasi

Gregorius Meo menjelaskan, bantuan yang dihimpun dalam aksi peduli gempa bumi Flores tersebut berupa sumbangan uang tunai dari masyarakat Kabupaten Fakfak.

"Terkhususnya kami sasarannya untuk keluarga di 3 daerah yakni Bajawa, Ngada Nagekeo, hingga Maumere yang memang banyak korban dan bangunan alami kerusakan," tuturnya. 

Motivasi pihaknya menggalang sumbangan sukarela karena terdapat kerabat dekat yang turut mengalami musibah akibat gempa bumi di NTT.

"Walaupun dengan sedikit bantuan yang ada, tetapi niat tulus dari masyarakat Kabupaten Fakfak pasti sampai ke NTT," ucapnya. 

Proses penyaluran bantuan akan ditransfer langsung ke keluarga yang membutuhkan dan menjadi korban, maupun melalui yayasan penerima bantuan untuk korban di Flores NTT. 

Baca juga: Golkar Dorong DBH Migas Lebih Adil untuk Teluk Bintuni, Samaun: Ini Perjuangan Keadilan

Kondisi Keluarga Terdampak Gempa

Gregorius Meo menjelaskan kondisi keluarga korban terdampak gempa bumi NTT sangat memprihatinkan. 

"Ibu kota Kabupaten Nagekeo di Mbay ini menjadi lokasi pusat gempa dan banyak sudara-saudara kami di sana yang terdampak dan menjadi korban," bebernya. 

Di Kabupaten Fakfak, anggota Kerukunan Ngada Nagekeo tidak terlalu banyak, yakni sekitar puluhan kepala keluarga (KK). 

Namun, melalui aksi kemanusiaan ini, pihaknya ingin menunjukkan rasa kemanusiaan dan solidaritas.

"Mungkin lebih juga ada di Distrik Bomberai cukup banyak namun belum terdata," bebernya. 

Dalam kesempatan itu, Gregorius Meo menyampaikan turut berduka dan rasa sepenanggungan bagi masyarakat di daratan Pulau Flores, NTT

"Kami harapkan bencana gempa bumi segera berlalu karena masih ada gempa susulan terjadi, harapan secepatnya musibah berakhir dan masyarakat bisa kembali ke rumah dan menjalani aktivitas seperti biasa," tandasnya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.