TRIBUNPADANG.COM, PESISIR SELATAN - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Rayhan Eriyandi (21), mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang asal Riau, yang sebelumnya dilaporkan terseret ombak saat mandi-mandi di Pantai Labuang Baruak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.50 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Abdul Malik, mengatakan korban ditemukan sekitar 1 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian perkara (LKP).
"Tim gabungan menemukan korban sekitar 1 NM dari LKP dalam kondisi meninggal dunia," kata Abdul Malik.
Baca juga: Mahasiswa KKN Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Labuang Baruak Pessel, Tim SAR Lanjutkan Pencarian
Abdul Malik menjelaskan, pencarian terhadap Rayhan telah berlangsung sejak korban dilaporkan terseret ombak pada Rabu (19/8/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 WIB.
Saat itu, korban diketahui sedang mandi-mandi di kawasan Pantai Labuang Baruak, Batang Kapas.
Namun, korban kemudian terseret ombak dan tidak berhasil menyelamatkan diri.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pencarian secara mandiri.
Namun, hingga akhirnya tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian, korban belum ditemukan.
"Korban mandi-mandi di Pantai Labuang Baruak Batang Kapas, kemudian terseret ombak. Sebelumnya sudah dilakukan pencarian oleh warga, tetapi korban belum ditemukan," ujar Abdul Malik.
Baca juga: Pesan Terakhir Josua Pelajar Hanyut di Batang Arau Padang: "Jaga Diri Pak, Sampai Bertemu Lagi"
Pada Sabtu (22/8/2026), pencarian kembali dilanjutkan dengan luas area pencarian mencapai sekitar 45,38 NM⊃2;.
Tim gabungan membagi pencarian ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU).
Pencarian melibatkan unsur Kantor SAR Padang melalui Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Pesisir Selatan, KN SAR Yudhistira, TNI AL, Polairud, Babinsa Batang Kapas, Polsek Batang Kapas, BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, perangkat kecamatan hingga masyarakat.
"Area pencarian cukup luas sehingga menjadi salah satu faktor penghambat dalam proses pencarian," kata Abdul Malik.
KN SAR Yudhistira juga dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian. Kapal tersebut bergerak menuju area operasi pada pukul 08.40 WIB.
Selain kapal, tim juga menggunakan sejumlah peralatan pencarian dan pertolongan, di antaranya rescue car carrier, LCR beserta mesin penggerak, peralatan SAR air, peralatan medis dan komunikasi.
Baca juga: Tangis Ibu Pelajar Hanyut di Batang Arau Pecah, Usap Air Mata Saat Jenazah Dibawa Pulang dari RS
Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju RSUD Dr. Muhammad Zein Painan untuk penanganan lebih lanjut.
Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 11.00 WIB dilaksanakan debriefing bersama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR.
"Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD Dr. Muhammad Zein Painan. Setelah itu dilakukan debriefing dengan seluruh unsur dan unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing," ujar Abdul Malik.
Dengan ditemukannya korban, Kantor SAR Padang mengusulkan penutupan operasi SAR terhadap kejadian orang terseret ombak di Pantai Labuang Baruak tersebut.
Total unsur yang terlibat dalam pencarian mencapai puluhan personel, ditambah sekitar 50 orang masyarakat yang turut membantu proses pencarian.