August PSI Kritik Dufan Jalan di Tempat, Kalah Saing dengan Siangapura-Malaysia
Ferdinand Waskita Suryacahya August 22, 2026 01:54 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI August Hamonangan memberikan kritikan pedas terhadap tempat wisata Dunia Fantasi (Dufan) di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Kritik tersebut dilontarkan lantaran menilai tidak ada inovasi atau perubahan yang signifikan di Dufan dalam beberapa tahun terkahir inj.

August bahkan menginisiasi jajak pendapat kepuasan konsumen untuk menggali pengalaman masyarakat saat berkunjung ke Dufan. 

Hasil jajak pendapat tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemprov DKI Jakarta.

August Nilai Dufan Minim Kebaruan

Menurut August, pembaruan di Dufan tidak hanya diperlukan dari sisi wahana, tetapi juga mencakup pelayanan dan berbagai acara yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Beberapa tahun ini, saya rasa pembangunan di Ancol, taman hiburan yang sama-sama kita cintai, ini masih begitu-begitu saja. Dalam artian, tidak ada kebaruan yang signifikan dalam bentuk acara, pelayanan, bahkan sampai dengan wahana-wahananya,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).

Ia mengapresiasi inisiatif sejumlah mahasiswa yang melakukan penelitian mengenai kepuasan konsumen terhadap kondisi Ancol, khususnya Dufan.

“Oleh karena itu, saya mengapresiasi adanya adik-adik mahasiswa yang berinisiasi untuk melakukan penelitian kepuasan konsumen terhadap kondisi di Ancol, khususnya Dufan. 

Harapannya, ini bisa dikumpulkan sebagai aspirasi untuk disampaikan kepada Pemprov DKI Jakarta nantinya,” ujarnya.

Singgung Persaingan dengan Singapura dan Malaysia

August mengatakan, industri hiburan dan pariwisata saat ini sangat kompetitif. Jakarta, menurut dia, harus mampu menghadirkan destinasi wisata yang bisa bersaing dengan negara-negara tetangga.

“Dunia hiburan dan pariwisata itu sangat kompetitif. Di antara kota-kota Asia Tenggara ini, kita bersaing dengan Singapura, dengan Malaysia, dan lain-lain untuk menghadirkan destinasi wisata kelas dunia. Di mana, kita di Jakarta ini sudah sangat tertinggal,” tuturnya.

Ia kemudian membandingkan Dufan dengan sejumlah destinasi hiburan di negara tetangga, seperti Universal Studios di Singapura dan Legoland di Malaysia.

Menurut August, keberadaan destinasi-destinasi tersebut tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan asing, tetapi juga menarik masyarakat Indonesia untuk berlibur ke luar negeri.

“Jakarta ini katanya mau jadi Kota Global. Maka, harus kita hadapi serius tantangan-tantangannya. Salah satunya, dalam bersaing dengan negara-negara tetangga kita untuk menghadirkan destinasi wisata yang baik, menyenangkan, dan berkesan,” ucapnya.

Minta Ancol dan Dufan Berinovasi

August menilai pembenahan Dufan menjadi penting jika Jakarta ingin serius mengembangkan diri sebagai kota global sekaligus destinasi wisata.

Ia berharap pengelola Ancol dapat mengevaluasi berbagai aspek yang berhubungan langsung dengan pengalaman pengunjung, mulai dari kualitas pelayanan, wahana, hingga program acara.

“Di Malaysia ada Legoland. Di Singapura dekat kita, ada juga Universal Studio. Kita kalah jauh. Tidak usah berbicara tentang wisatawan asing deh, banyak warga kita juga memilih untuk berlibur ke sana. 

Maka dari itu, saya pikir sudah waktunya bagi Ancol, bagi Dufan untuk berinovasi. Apa kira-kira yang perlu ditingkatkan dari segi layanannya, wahananya, dan acara-acaranya,” tuturnya.

August berharap aspirasi dan hasil jajak pendapat konsumen dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov DKI maupun pengelola Ancol untuk meningkatkan daya tarik Dufan ke depan.

Berita Lainnya

  • Baca juga: Khusus Pembelian Hari Ini, Tiket Dufan Buy 1 Get 1, Pilihan Tanggal Kunjungannya sampai 31 Mei Loh

     

  • Baca juga: Pesta Halloween di Dufan Ancol, Pengunjung Bebas Lukis Wajah Sesuai Karakter Horor Favoritnya

  • Baca juga: Ada Promo Tiket Murah Semua Wahana, Ancol Dipadati Pengunjung, Dufan Jadi Favorit
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.