Royal Ambarrukmo Hadirkan Djejak Nusantara Doea dalam Perayaan Kemerdekaan
Hari Susmayanti August 22, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA — Dalam rangka menyambut semangat Hari Kemerdekaan Indonesia, Royal Ambarrukmo menghadirkan Djejak Nusantara Doea, sebuah pengalaman bersantap istimewa yang akan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026 di Royal Garden.

Mengangkat kekayaan kuliner Nusantara dengan sentuhan pengaruh Peranakan dan Belanda, acara ini mengajak para tamu untuk menikmati sajian sekaligus mengenal cerita dan warisan budaya yang hadir di balik setiap hidangan.

Salah satu sajian yang menjadi sorotan utama adalah Tengkleng, hidangan khas Yogyakarta yang memiliki cerita erat dengan kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Tengkleng dipercaya berawal dari keterbatasan masyarakat dalam memperoleh bagian daging kambing.

Pada masa ketika daging kambing menjadi bagian dari jamuan kaum bangsawan, bagian daging terbaik terlebih dahulu disajikan untuk kalangan kerajaan dan bangsawan.

Sementara itu, tulang kambing yang masih menyisakan sedikit daging menjadi bagian yang lebih banyak dinikmati oleh masyarakat biasa.

Dengan kreativitas dan kearifan dalam mengolah bahan pangan, tulang kambing tersebut kemudian diolah menjadi hidangan berkuah dengan cita rasa gurih dan kaya rempah.

Dari bahan yang sederhana, lahirlah sebuah sajian yang kemudian menjadi bagian dari identitas kuliner Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Tengkleng menjadi gambaran bagaimana masyarakat Nusantara mampu mengubah keterbatasan menjadi kekayaan rasa dan tradisi.

Kisah tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Djejak Nusantara Doea, di mana makanan tidak hanya dipandang sebagai sajian, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat.

Baca juga: Semesta Buku Yogyakarta Hadir Kembali Bersama Pasetaky ke-4 dan Jakal Bookshop Festival 2026

Melalui tengkleng, para tamu diajak untuk melihat bagaimana sebuah hidangan dapat merekam kehidupan sosial, kreativitas, serta cara masyarakat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia secara utuh.

Selain tengkleng, pengalaman bersantap ini juga menghadirkan beragam hidangan yang memperlihatkan keberagaman dan pertemuan budaya dalam kuliner Indonesia.

Pilihan sajian antara lain Bistik Lidah Sapi, Selat Solo, Semoor Daging Sengkel dengan kentang, Nasi Liwet Bethak Ayam, Bebek Swart Zuur, Glendok Piyik, serta Sup Brenebon yang hangat dan kaya rasa.

Perjalanan kuliner kemudian dilengkapi dengan pilihan kudapan bergaya Peranakan dan Belanda seperti Dutch Sausage, Oliebollen, Bitterballen, dan Croquette, sebelum ditutup dengan Klappertaart sebagai sajian manis yang melengkapi pengalaman.

Sebagai hotel heritage yang memiliki keterikatan erat dengan sejarah dan budaya Yogyakarta, Royal Ambarrukmo Yogyakarta terus menghadirkan pengalaman yang mempertemukan para tamu dengan kekayaan warisan Nusantara.

Melalui Djejak Nusantara Doea, tradisi kuliner dihadirkan dalam sebuah pengalaman yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga membuka kembali cerita tentang masyarakat, sejarah, dan budaya yang membentuk identitas kuliner Indonesia.

Pada akhirnya, Djejak Nusantara Doea menjadi sebuah perjalanan untuk menikmati rasa sekaligus menelusuri jejak di baliknya, dengan tengkleng sebagai salah satu cerita yang memperlihatkan bahwa warisan kuliner Indonesia dapat lahir dari kesederhanaan, kreativitas, dan kearifan masyarakat dalam mengolah apa yang tersedia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.