TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — “Kalau ada orang kerja tidak sesuai dengan bidang pendidikannya di S1, itu bukan salah. Tidak masalah,” ujar Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Jasruddin.
Hal itu disampaikan Prof Jasruddin saat Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Semester 2026/2027 di Kampus UT Makassar, Jl Perintis Kemerdekaan, Sabtu (22/8/2026).
Hadir Direktur UT Makassar Prof Abdul Rahman Rahim, Kepala BPSDM Sulawesi Selatan, Prof Muh Jufri
Prof Jasruddin menilai UT menjadi salah satu alternatif pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Perkembangan dunia pendidikan tidak lagi harus dimulai dengan seseorang menyelesaikan pendidikan tinggi terlebih dahulu sebelum memasuki dunia kerja.
Tren sejumlah negara menunjukkan adanya perubahan pola yakni seseorang dapat bekerja terlebih dahulu untuk menemukan bidang yang sesuai dengan minat dan passion, kemudian melanjutkan pendidikan sesuai kebutuhan pekerjaannya.
Baca juga: Semarak HUT ke-81 RI, UT Makassar Gelar Upacara dengan Busana Adat
“UT salah satu alternatif pendidikan yang menurut saya sangat tepat ketika pemerintah membuka ruang dan membuka regulasi, sehingga dia boleh menerima fresh graduate dari SMA,” katanya.
Ia mencontohkan Amerika Serikat sejak awal 2000-an mulai melihat pentingnya pengalaman kerja sebelum seseorang menentukan pilihan pendidikan.
Tidak sedikit orang yang telah menempuh pendidikan bertahun-tahun di perguruan tinggi, namun ketika memasuki dunia kerja justru bekerja di bidang yang berbeda dengan disiplin ilmu yang dipelajari.
“Ini bukan gejala Indonesia, tapi gejala dunia,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi perlu semakin adaptif terhadap passion dan kebutuhan mahasiswa.
Seseorang yang kuliah pada satu program studi namun kemudian bekerja di bidang berbeda bukan berarti mengalami kegagalan dalam pendidikan.
Keunggulan UT terletak pada kesempatan yang diberikan kepada masyarakat yang telah bekerja untuk tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Seseorang dapat terlebih dahulu mengenali bidang pekerjaan yang diminatinya, kemudian mengambil pendidikan yang dinilai relevan.
"Dibanding pergi kuliah tidak sesuai dengan bidang yang saya suka, mending saya cari kerja dulu. Kalau saya enjoy dengan pekerjaan itu, maka saya akan kuliah pada bidang itu,” jelasnya.
Ia mengapresiasi UT Makassar yang terus membuka ruang bagi masyarakat meningkatkan kompetensi melalui pendidikan tinggi.
Prof Jasruddin berharap mahasiswa baru tidak hanya berorientasi mendapatkan ijazah, tetapi juga memiliki keinginan untuk terus mengembangkan kemampuan dan membesarkan kapasitas diri.
“Setiap orang harus berusaha untuk membesarkan dirinya. Anak-anak kita harus diajar seperti itu,” katanya.
Ia menyebut keberadaan UT dapat menjadi salah satu kompetitor sekaligus alternatif bagi perguruan tinggi lainnya dalam memberikan akses pendidikan kepada masyarakat.
Kepala BPSDM Sulawesi Selatan, Prof Muh Jufri, menyampaikan pesan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang berhalangan hadir.
Ia menyampaikan penghargaan, terima kasih, dan apresiasi atas undangan kehormatan dari UT Makassar dalam kegiatan OSMB.
Andi Sudirman juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa baru UT Makassar.
“Selamat bergabung di Universitas Terbuka, gerbang pendidikan yang akan melatih, mengembangkan kompetensi mereka menjadi generasi unggul di masa depan,” katanya.
Ia berharap mahasiswa baru UT mampu menjadi tenaga berkualitas di berbagai bidang kehidupan dan turut berkontribusi dalam pembangunan Sulawesi Selatan maupun daerah lainnya di Indonesia.
Para mahasiswa diharapkan mampu memiliki kompetensi yang dapat membawa mereka bersaing hingga tingkat internasional.