Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat mengeluarkan Travel Health Notice Level 2 atau imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi pelancong yang akan bepergian ke Bali. Peringatan tersebut diterbitkan setelah meningkatnya laporan kasus Zika pada wisatawan yang kembali dari Bali, Indonesia.
Virus Zika dapat menular melalui gigitan nyamuk. Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala. Jika muncul, gejalanya umumnya ringan dan dapat membaik tanpa perawatan medis. Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk infeksi Zika.
Namun, virus Zika dapat menimbulkan risiko bagi ibu hamil dan orang yang sedang merencanakan kehamilan. Infeksi Zika selama kehamilan dapat memengaruhi perkembangan janin, terutama jika terjadi pada trimester pertama atau kedua. Dalam sejumlah kasus, virus ini juga dapat menular melalui hubungan seksual.
"Lakukan hubungan seks aman (kondom) atau hindari hubungan seks setelah bepergian: pria, 3 bulan; wanita, 2 bulan," demikian keterangan yang dirilis di U.S. Embassy & Consulates in Indonesia.
Sebagai langkah pencegahan, CDC menyarankan pelancong untuk menerapkan hubungan seksual aman dengan menggunakan kondom atau tidak berhubungan seksual sementara waktu setelah kembali dari Bali. Pria disarankan menerapkan langkah tersebut selama 3 bulan, sedangkan wanita selama 2 bulan.
Pria dianjurkan menunggu selama 3 bulan, sedangkan wanita selama 2 bulan, untuk mengurangi risiko penularan virus Zika melalui hubungan seksual.





