Cara DLH Atasi Bau Sampah di TPA Putri Cempo Solo, Pakai Metode Controlled Landfill
Ryantono Puji Santoso August 22, 2026 05:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bau sampah yang selama ini dikeluhkan warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Solo, Jawa Tengah akan diatasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan menerapkan metode controlled landfill.

Kepala DLH Kota Solo Herwin Tri Nugroho mengatakan metode tersebut dilakukan dengan menutup timbunan sampah secara berkala menggunakan pasir urug.

Langkah itu ditargetkan dapat mengurangi aroma tidak sedap sekaligus meminimalisir pencemaran lingkungan di sekitar TPA.

“Nantinya saat areanya sudah siap kita lakukan controlled landfill, yaitu sampah secara berkala seminggu sekali ditutup dengan pasir urug. Ini dilakukan untuk meminimalisir pencemaran, baik air maupun aroma atau bau yang selama ini dikeluhkan warga di sekitar TPA agar jauh berkurang dengan adanya controlled landfill ini,” jelasnya, Sabtu (22/8/2026).

Herwin menargetkan penerapan metode tersebut dapat dimulai paling lambat dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Zona B TPA Putri Cempo akan diaktifkan sebagai area controlled landfill.

“Kami lakukan secepatnya, semoga dalam sebulan dua bulan ini bisa dilakukan. Kita aktifkan zona dumping di Zona B,” tuturnya.

Penerapan controlled landfill dilakukan karena kapasitas TPA Putri Cempo saat ini sudah berlebih. Selain itu, pengelolaan sampah melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) belum mampu menyerap seluruh sampah yang masuk setiap hari.

Meski demikian, controlled landfill bukan menjadi pengganti PSEL. DLH tetap memprioritaskan agar sampah yang masuk dapat diolah melalui fasilitas tersebut.

“Ini berjalan beriringan. Sampah yang datang harian akan masuk ke zona controlled landfill, ada yang masuk PLTSa. Manajemen sudah meningkatkan produktivitasnya,” jelasnya.

Herwin mengatakan PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) memproyeksikan peningkatan kapasitas pengolahan sampah hingga akhir tahun ini.

SAMPAH MEMBLUDAK - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo, Rabu (8/4/2026). Kemampuan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Putri Cempo dalam mengolah sampah justru terus menurun. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama menumpuknya sampah di TPA Putri Cempo, yang saat ini masih menerapkan sistem pembuangan terbuka (open dumping).
SAMPAH MEMBLUDAK - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo, Rabu (8/4/2026). Kemampuan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Putri Cempo dalam mengolah sampah justru terus menurun. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama menumpuknya sampah di TPA Putri Cempo, yang saat ini masih menerapkan sistem pembuangan terbuka (open dumping). (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Meningkatkan Produktivitas

Produktivitas yang sebelumnya rata-rata sekitar 50 ton per hari ditargetkan meningkat menjadi 150-200 ton per hari.

“Kalau bisa memenuhi sampah harian yang bisa diolah, controlled landfill-nya akan berbeda. Tetap ke PLTSa (prioritas) karena kemarin sudah kita komunikasikan secara rutin. Pada prinsipnya manajemen pada akhir tahun ini bisa tiga sampai empat kali dari rata-rata 50 ton menjadi 150-200 ton,” tuturnya.

Menurut Herwin, peningkatan produktivitas PSEL juga membutuhkan proses pemilahan sampah yang lebih cepat. Selain penambahan mesin pemilahan, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya menjadi salah satu faktor penting.

Baca juga: Menteri PPPA Launching Kampung Dolanan Sidowayah Klaten, Bupati Hamenang Turut Mendampingi

“Kemarin salah satu diskusinya waktu yang diperlukan untuk mengolah banyak habis di pemilahan. Harapannya bisa mempercepat proses sorting-nya sehingga penyiapan feedstock bisa lebih cepat,” jelasnya.

Herwin berharap penanganan sampah tidak hanya dilakukan di TPA, tetapi juga dimulai dari tingkat hulu dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola dan memilah sampah.

“Saat ini TPA Putri Cempo sudah overcapacity sehingga perlu dilakukan penanganan lebih baik sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah bahwa TPA harus berwawasan lingkungan. DLH fokus pada dua hal, yaitu perbaikan tata kelola di TPA Putri Cempo dan percepatan pengelolaan sampah berbasis hulu,” ungkapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.