Kuliah Jurusan Teknologi Cerdas Penangkapan Ikan Polinela Mahasiswa Dibekali Analisis Data
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 22, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung — Program Studi Teknologi Cerdas Penangkapan Ikan (TCPI), Politeknik Negeri Lampung (Polinela), hadir dengan pendekatan pembelajaran yang memadukan ilmu perikanan, teknologi, data, hingga pengambilan keputusan.

Baca juga: Koordinator Prodi Perjalanan Wisata Polinela Optimis Inggris Angkat Trofi Piala Dunia 2026

Perpaduan ini untuk menjawab kebutuhan industri perikanan tangkap seiring hadirnya teknologi digital.

Koordinator Program Studi Teknologi Cerdas Penangkapan Ikan, Lalik Salistia Citra, S.Pi., M.Pi., mengatakan program studi tersebut dirancang tidak sekadar menghasilkan lulusan yang mampu menggunakan peralatan perikanan, tetapi juga memiliki kemampuan menganalisis data dan mengambil keputusan untuk mendukung perikanan yang berkelanjutan.

“Teknologi tidak hanya berbicara sebagai alat, tetapi dapat menjadi suatu keputusan yang lebih cepat, efisien, dan bijaksana untuk perikanan tangkap,” ujar Lalik Kamis (20/8/2026).

Tak Sekadar Belajar Menangkap Ikan

Berbeda dengan program studi perikanan pada umumnya, mahasiswa TCPI dibekali sejumlah mata kuliah yang berkaitan erat dengan teknologi dan operasional perikanan tangkap.

Salah satunya adalah mata kuliah yang unik dan menarik yaitu Pelabuhan Perikanan. Sejak semester awal, mahasiswa diperkenalkan dengan aktivitas serta sistem yang berlangsung di pelabuhan perikanan. 

Pembelajaran tersebut diperkuat melalui simulasi sehingga mahasiswa dapat memahami alur operasional sebelum terjun langsung ke lapangan.

Mahasiswa juga mempelajari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menjadi aspek penting dalam kegiatan operasional perikanan. 

Selain itu, terdapat pembelajaran Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membantu mahasiswa mengidentifikasi wilayah yang berpotensi menjadi daerah penangkapan ikan.

Kemampuan tersebut kemudian dipadukan dengan praktik lapangan. Mahasiswa akan menjalani praktik kerja lapangan di pelabuhan perikanan untuk mempelajari secara langsung aktivitas operasional, penggunaan peralatan, hingga pemetaan potensi perikanan.

Dari Alat Tangkap hingga Energi Surya

TCPI juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinovasi melalui pembelajaran mengenai alat dan bahan penangkapan ikan. 

Mahasiswa didorong merancang alat tangkap yang disesuaikan dengan komoditas perikanan sehingga mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Solvira, sebuah riset mahasiswa dan dosen yang memanfaatkan tenaga surya portabel untuk proses desalinasi air. 

Teknologi tersebut telah dicoba diaplikasikan di wilayah pesisir dan turut dibawa dalam ajang karya ilmiah tingkat nasional.

Tidak hanya mahasiswa, dosen TCPI juga aktif mengembangkan berbagai inovasi. Di antaranya alat tangkap yang dilengkapi GPS, coolbox dengan pengaturan suhu otomatis, lampu hemat energi, serta pemanfaatan panel surya dalam kegiatan perikanan.

Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat diterapkan mulai dari proses penangkapan, penyimpanan hasil tangkapan, hingga pemanfaatan energi yang lebih efisien.

Empat Bidang Peminatan

Untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa, TCPI memiliki sejumlah bidang yang dapat menjadi fokus pengembangan kemampuan, yakni pelabuhan perikanan, alat dan bahan penangkapan ikan, pengelolaan sumber daya ikan, serta sistem informasi geografis.

Menurut Lalik, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami bagaimana alat digunakan, tetapi juga bagaimana data yang diperoleh dapat menjadi dasar pengambilan keputusan.

“Mahasiswa tidak hanya mempelajari perikanan itu seperti apa dan alat itu digunakan untuk apa, tetapi juga sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dengan adanya data-data yang sudah kita ambil,” jelasnya.

Pendekatan tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan industri perikanan terhadap sumber daya manusia yang mampu menggabungkan kemampuan teknis dengan analisis data.

Disiapkan untuk Dunia Industri

TCPI dikembangkan dengan melihat kebutuhan profil lulusan di industri perikanan saat ini. Lulusan nantinya diproyeksikan memiliki peluang berkarier sebagai pengelola produksi perikanan tangkap, junior compliance analyst, junior fisheries analyst, hingga technopreneur.

Dengan kompetensi tersebut, lulusan diharapkan mampu memanfaatkan teknologi dan informasi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Program studi ini sendiri didukung oleh sekitar 13 dosen. Di luar kegiatan akademik, mahasiswa juga dapat mengikuti aktivitas kemahasiswaan yang berkaitan dengan bidang kelautan dan perikanan, termasuk kegiatan penyelaman melalui komunitas atau UKM yang tersedia di lingkungan kampus.

Belajar Seperti Berada di Laut

Salah satu fasilitas yang menjadi bagian menarik dari pembelajaran TCPI adalah laboratorium simulator kapal. Melalui simulator tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman pembelajaran yang mendekati situasi operasional di lapangan.

Kehadiran simulator membuat proses belajar tidak hanya berlangsung melalui teori di ruang kelas. Mahasiswa dapat mengenal sistem dan aktivitas operasional secara lebih interaktif sebelum menghadapi kondisi sebenarnya di laut maupun pelabuhan.

Dengan kombinasi teori, praktik lapangan, simulasi, pemetaan, pengembangan alat, serta pemanfaatan energi terbarukan, TCPI Polinela berupaya membentuk generasi baru tenaga profesional perikanan yang mampu menjawab tantangan industri.

Perikanan masa depan bukan hanya tentang seberapa banyak ikan yang dapat ditangkap, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dan data digunakan untuk menentukan kapan, di mana, dan bagaimana penangkapan dilakukan secara efektif serta tetap menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

(Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.