BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah mencatat adanya 110 Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bangka Tengah sepanjang 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Bangka Tengah, Yudhi Sabara menyampaikan jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan selama memasuki musim kemarau.
Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki jajarannya peningkatan signifikan kejadian Karhutla terjadi semenjak bulan Juli sampai dengan periode Agustus 2026 ini.
"Memang terjadi peningkatan yang cukup signifikan selama musim kemarau ini," ujar Yudhi, Sabtu (22/8/2026).
Yudhi mengatakan kondisi lahan yang semakin kering selama musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran sehingga pemantauan di wilayah rawan terus dilakukan.
Ia menerangkan, dalam pelaksanaannya penanganan ataupun upaya pencegahan dilakukan bersama beberapa unsur terkait.
"Pemantauan dan penanganan terus kami lakukan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar," katanya.
Disisi lain Yudhi menjelaskan, selain karhutla, BPBD Bangka Tengah mencatat sejumlah kejadian bencan lain yang terjadi di tahun ini.
Kejadian bencana itu mulai dari kali peristiwa angin kencang, 11 banjir, dua banjir rob dan tiga kekeringan.
Sementara bencana nonalam meliputi tiga kebakaran rumah, dua kecelakaan mobil, satu pohon tumbang, satu kejadian tersambar petir dan dua kecelakaan kapal.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)