Inovasi Limbah Dapur, Mahasiswa UMP Ciptakan Selai Legit dari Kulit Pisang
Daniel Ari Purnomo August 22, 2026 07:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghelat pelatihan pembuatan selai berbahan dasar limbah kulit pisang di Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Kamis (13/8/2026).

Manfaatkan Limbah Pisang

Ketua kelompok KKN menguraikan bahwa gagasan meracik selai kulit pisang bermula dari tekad menghadirkan produk pangan inovatif yang memiliki daya pikat pasar.

Inisiatif ini ditujukan khusus bagi masyarakat setempat agar mampu mengoptimalkan sisa komoditas pisang menjadi olahan bernilai tambah.

Baca juga: KKN Kolaborasi 2026 Kebumen Gandeng BNN dan PMI, Sediakan Tes Narkoba hingga Cek Mata Gratis

Menurutnya, bagian kulit pisang sejatinya menyimpan kandungan nutrisi berfaedah yang layak diolah menjadi komoditas konsumsi jika diproses melalui teknik higienis.

Ia menggarisbawahi bahwa tidak seluruh varietas kulit pisang tepat dimanfaatkan sebagai bahan dasar selai.

Bahan baku yang ideal dianjurkan berasal dari jenis pisang bertekstur kulit tebal agar lebih mudah dihaluskan dan menciptakan kekentalan adonan yang sempurna.

Dalam sesi peragaan, tim mahasiswa memilih memanfaatkan kulit pisang raja lantaran memiliki karakteristik rasa manis alami.

Kandungan manis organik tersebut efektif memangkas takaran gula pasir tambahan sekaligus memperkaya cita rasa selai yang dihasilkan.

Mahasiswa KKN memandu demonstrasi secara langsung mulai dari seleksi bahan baku bermutu, teknik pencucian, hingga perebusan guna meluruhkan getah pekat.

Proses kemudian dilanjutkan dengan tahapan penghalusan serat serta pemasakan bersama racikan gula sampai mengental sempurna.

Langkah Proses Pengolahan

Pelaksanaan pengolahan diawali dengan merebus kulit dari tiga sisir pisang raja selama kurang lebih 20 menit hingga melunak dan bersih dari sisa getah.

Lapisan dalam kulit pisang yang telah empuk lantas dikerok memakai sendok sebelum dilumatkan menggunakan mesin blender hingga bertekstur lembut.

Adonan bubur kulit pisang tersebut selanjutnya dituangkan ke dalam wajan penggorengan dan dimasak perlahan dengan adukan teratur agar tidak mengerak gosong.

Gula pasir kemudian dibubuhkan secara bertahap sebanyak 15 hingga 30 sendok makan menyesuaikan selera tingkat kemanisan.

Kucuran air perasan jeruk lemon ditambahkan secukupnya guna menyeimbangkan profil rasa serta mencegah perubahan warna selai agar tidak lekas menghitam.

Bagi masyarakat yang menginginkan variasi rasa alternatif, bubuk cokelat murni dapat dicampurkan secukupnya ke dalam adonan.

Campuran bahan terus diaduk secara konsisten di atas api hingga memadat dan mengilat menyerupai tekstur selai komersial pada umumnya.

Setelah matang tanak, pasta selai segera diangkat dan didinginkan sebelum dikemas rapi atau dimanfaatkan sebagai olesan roti serta isian kue.

Warga yang memadati lokasi tampak tekun mencatat tiap tahapan teknis sebelum dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif bersama pemateri.

Rintis Usaha Rumahan

Agenda pemberdayaan yang bertempat di balai pertemuan Kelurahan Plarangan ini menuai animo tinggi dari kalangan ibu rumah tangga serta pengurus PKK setempat.

Salah seorang warga mengaku baru menyadari bahwa kulit pisang ternyata dapat disulap menjadi santapan lezat yang aman dikonsumsi keluarga.

Ia menaruh harapan besar agar keterampilan baru ini sanggup dikembangkan menjadi unit usaha rumahan demi menyokong perekonomian keluarga.

Lurah Plarangan menyampaikan apresiasi mendalam atas program kerja edukatif yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UMP tersebut.

Ia memandang terobosan ini berhasil memperluas cakrawala pengetahuan warga dalam memonetisasi limbah organik menjadi produk konsumsi bernilai tinggi.

Langkah ini sekaligus diyakini mampu memantik lahirnya rintisan peluang wirausaha baru di seputaran wilayah kelurahan.

Mahasiswa KKN berharap warga Kelurahan Plarangan mampu memproduksi selai pisang secara berkelanjutan hingga menembus skala UMKM komersial.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.