TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti aksi komplotan debt collector atau mata elang (matel) yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.
Ia pun berjanji bakal mendalami motif di balik aksi komplotan matel yang viral di media sosial tersebut.
Meski pengelolaan kawasan GBK sepenuhnya berada di bawah manajemen yang diatur pemerintah pusat, namun karena kejadian berada di wilayah Ibu Kota, Pemprov DKI juga memiliki kewenangan untuk menanganinya.
“GBK itu sebenarnya kewenangan sepenuhnya adalah manajemen yang diatur oleh pemerintah pusat, tetapi bagaimanapun karena terjadi di Jakarta, kami juga bertanggung jawab,” ucapnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).
Orang nomor satu di Jakarta ini mengaku telah meminta jajarannya untuk mendalami kejadian tersebut.
Termasuk menyelidiki motif orang yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan.
“Saya sudah meminta untuk ini didalami. Apa motif utamanya, apa keinginannya,” ujarnya.
Pramono bilang aksi para pelaku juga terekam kamera pengawas (CCTV) yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta.
Rekaman itu kemudian akan digunakan sebagai alat bukti bila ditemukan unsur tindak pidana dalam kasi tersebut.
“Kalau memang ini untuk berniat tidak baik, tentunya karena kemarin semuanya yang tidak disadari adalah siapapun yang melakukan itu sudah terekam secara lengkap dalam CCTV yang dimiliki oleh Pemda DKI,” ujarnya.
“Dan itu nanti akan menjadi alat bukti kalau kemudian mereka melakukan tindakan yang tidak baik,” sambungnya.