TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Pendidikan Kota Jambi mengungkap penggunaan telepon seluler (HP) dan media sosial menjadi salah satu faktor yang kerap memicu konflik antarpelajar.
Hal itu terlihat dari sejumlah kasus kekerasan yang pernah terjadi. Konflik antarsiswa tidak jarang bermula dari saling sindir di media sosial, kemudian berlanjut dengan saling menantang melalui media sosial maupun aplikasi perpesanan.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zulafni, mengatakan pengaruh media sosial terhadap perilaku pelajar saat ini cukup besar.
"Media sosial ini pengaruhnya luar biasa," ujar Zulafni, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, persoalan yang bermula dari dunia maya tersebut kemudian dapat berkembang menjadi konflik di dunia nyata. Bahkan, sejumlah perkelahian antarpelajar terjadi di luar lingkungan sekolah.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah. Sebab, pengawasan guru memiliki batas ketika siswa sudah berada di luar lingkungan pendidikan.
Zulafni menjelaskan, Dinas Pendidikan Kota Jambi saat ini telah menerapkan larangan membawa HP bagi siswa, baik di tingkat SD maupun SMP.
Kebijakan tersebut salah satunya bertujuan mengurangi potensi penyalahgunaan HP dan mencegah munculnya persoalan yang dapat berujung pada konflik antarsiswa.
Namun, pengawasan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Ketika siswa berada di rumah atau lingkungan pergaulannya, orang tua memiliki peran penting dalam memantau aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial.
Karena itu, Zulafni meminta orang tua lebih aktif mendampingi anak, terutama dalam menggunakan HP dan berinteraksi di media sosial.
"Kita perlu bersinergi dengan semua pihak, khususnya orang tua murid," katanya.
Ia menilai komunikasi antara sekolah dan orang tua perlu diperkuat. Dengan pengawasan bersama, perubahan perilaku anak maupun potensi konflik dapat diketahui lebih dini sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: 3 Kasus Kekerasan Pelajar SMP Jambi Jadi Sorotan, Disdik Perkuat Pendidikan Karakter