WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah pemain muda yang tampil di Soekarno Cup 2026 mulai mendapat perhatian dari klub-klub yang berkompetisi di Liga 2 dan Liga 3.
Ketertarikan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa turnamen sepak bola usia muda itu mulai membuka akses bagi pemain dari daerah untuk masuk ke jenjang sepak bola profesional.
Juru Bicara Soekarno Cup sekaligus legenda Timnas Indonesia, Anang Ma'ruf, mengatakan, pemantauan terhadap pemain tidak hanya dilakukan dari tribun stadion.
Baca juga: Soekarno Cup 2026, 23 Pemain Banteng Jakarta FC Ditempa 3 Bulan, Eks Persija Jadi Pelatih Kepala
Sejumlah pelatih klub profesional disebut mengikuti pertandingan melalui siaran langsung hingga datang langsung ke stadion untuk melihat kemampuan pemain yang dinilai potensial.
”Sejumlah pelatih dari klub Liga 3 dan Liga 2 ternyata ikut memantau jalannya Soekarno Cup. Ada yang lewat live streaming di Youtube, ada pula yang datang langsung ke stadion. Mereka tertarik ke beberapa pemain, dan telah meminta data pemain tersebut,” kata Anang pada Sabtu (24/8/2026).
Menurut Anang, ketertarikan klub tersebut menunjukkan bahwa kompetisi yang mempertemukan pemain muda dari berbagai wilayah dapat menjadi pintu masuk alternatif menuju sepak bola profesional.
Baca juga: Disaksikan Bu Mega, Tim Bali dan Sulawesi Utara Adu Kuat di Final Liga Kampung Soekarno Cup di SUGBK
Kondisi itu juga memperlihatkan bahwa potensi pemain muda tidak hanya muncul dari akademi atau pusat pembinaan yang selama ini telah dikenal.
"Ini tentu menjadi progres yang sangat positif. Artinya, mereka yang bermain di Soekarno Cup punya kualitas dan potensi untuk melangkah ke level yang lebih tinggi," ujar Anang Ma'ruf.
Ia menilai masih banyak pemain berbakat yang tumbuh dari lingkungan sepak bola akar rumput, tetapi belum memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di hadapan pencari bakat maupun klub profesional.
"Talenta itu ada di mana-mana. Dari kampung-kampung, dari daerah yang mungkin selama ini belum banyak terpantau. Persoalannya adalah bagaimana mereka mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan," kata mantan bek kanan tangguh Timnas Indonesia itu.
Karena itu, Anang menyebut keberadaan kompetisi terbuka seperti Soekarno Cup memiliki arti penting dalam memperlebar akses pembinaan pemain.
Baca juga: Kongres PSSI 2026 Siap Bahas Gelombang Perubahan Nama Klub Liga 1 sampai Liga 3 hingga Home Base Tim
Tidak semua pemain muda memiliki kesempatan menempuh jalur akademi klub atau mengikuti sistem pembinaan formal yang tersedia.
Bagi penyelenggara, keberhasilan turnamen juga tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir pertandingan maupun siapa yang menjadi juara.
Ukuran lain yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan karier para pemain setelah kompetisi selesai.
"Kalau setelah turnamen ada pemain yang kemudian masuk klub, mendapatkan kontrak, atau mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi, itu bagi kami adalah keberhasilan. Karena tujuan akhirnya adalah membuka jalan bagi anak-anak muda ini," tuturnya.
Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, mengatakan kompetisi dengan cakupan peserta yang luas diharapkan dapat mempertemukan pemain potensial dengan pelatih, pencari bakat, dan klub yang membutuhkan talenta muda.
”Soekarno Cup diharapkan menjadi bagian dari proses penemuan dan pengembangan pemain. Dengan semakin banyak pemain yang mendapatkan kesempatan tampil dan kemudian dipantau klub profesional, kompetisi ini dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap regenerasi sepak bola Indonesia,” kata Komarudin.
Baca juga: Megawati Soekarnoputri dan Ganjar Pranowo Hadiri Final Liga Kampung Soekarno Cup di GBK, Mahfud MD?
Menurut dia, kesempatan tampil dalam kompetisi yang lebih terstruktur menjadi bagian penting dalam proses menemukan pemain-pemain potensial yang selama ini belum terpantau secara maksimal.
Dari kompetisi tersebut, pemain tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding, tetapi juga memiliki peluang untuk menunjukkan kemampuan di hadapan pihak yang berkepentingan dengan pengembangan karier mereka.
”Kehadiran Soekarno Cup menjadi salah satu upaya untuk mengisi ruang tersebut. Turnamen ini memberikan kesempatan kepada pemain dari berbagai latar belakang untuk tampil dalam kompetisi yang lebih terstruktur sekaligus memperbesar peluang mereka dilihat oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan pengembangan pemain,” tuturnya.
Anang menambahkan, luasnya basis sepak bola Indonesia membuat potensi pemain muda sebenarnya tersebar di banyak daerah.
Tantangannya adalah memastikan pemain-pemain tersebut memiliki ruang untuk tampil sehingga kemampuan mereka dapat dinilai secara langsung.
Baca juga: 11 Talenta Muda Sepak Bola Terpilih Jalani Pembinaan Intensif Bersama STY Academy
Soekarno Cup 2026 sendiri diikuti 16 provinsi dengan melibatkan total 400 talenta muda.
Turnamen pembinaan tersebut telah digelar secara rutin sejak 2023 di Jakarta, kemudian berlanjut pada 2025 di Bali.
Pada 2026, pelaksanaannya berlangsung di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan, Jawa Timur.
Dengan mulai munculnya ketertarikan klub Liga 2 dan Liga 3 terhadap peserta, Soekarno Cup tidak hanya menjadi ajang pertandingan antarpemain muda.
Turnamen ini juga mulai berfungsi sebagai ruang pencarian bakat yang mempertemukan talenta akar rumput dengan peluang untuk melanjutkan karier di level profesional.