Laporan Jurnalis TribunPapuaBarat.com, Frans Tiwan
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Papua Barat hingga kini belum menentukan sikap organisasi terkait dukungan kepada salah satu kandidat Ketua Umum KONI Papua Barat.
FORKI Papua Barat masih menunggu tahapan resmi Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Papua Barat sebelum menetapkan arah dukungan.
Ketua FORKI Papua Barat, Harton Tapilatu, mengatakan dua kandidat yang saat ini muncul, yakni Yosias Saroy dan Muhammad Lakotani, sama-sama memiliki pengalaman di bidang pemerintahan, politik maupun olahraga.
Baca juga: Polda Papua Barat dan PORDI Gelar Kapolda Cup, Ratusan Peserta Adu Strategi Domino dan Ludo
Menurut Harton, Yosias Saroy memiliki pengalaman sebagai mantan pengurus Perseman Manokwari, mantan pengurus Persip Pegunungan Arfak, mantan Bupati Pegunungan Arfak selama dua periode, serta pernah memimpin KONI Pegunungan Arfak.
Sementara Muhammad Lakotani saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Papua Barat.
Harton menegaskan setiap cabang olahraga memiliki pertimbangan masing-masing dalam menentukan kandidat yang akan didukung.
Karena itu, keputusan satu cabor tidak bisa disamaratakan dengan cabor lainnya.
“Dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi yang paling penting bagi kami adalah bagaimana ketika terpilih nanti, olahraga ini harus lebih baik dan cabor tidak dikorbankan,” ujar Harton, Sabtu (22/8/2026).
Ia menekankan, FORKI menginginkan kepengurusan KONI Papua Barat ke depan memberikan perhatian lebih besar kepada cabang olahraga dan atlet, bukan hanya berfokus pada institusi KONI.
Menurut Harton, keputusan dukungan FORKI juga tidak dapat ditentukan secara sepihak oleh ketua. Sesuai mekanisme organisasi, dirinya akan melibatkan para wakil ketua dan jajaran pengurus.
Baca juga: Hari Terakhir Penggalangan Donasi Flores, PRBF Papua Barat Ucapkan Terima Kasih ke Warga
“Untuk apa saya jadi ketua kalau wakil-wakil ketua tidak dilibatkan? Saya perlu berbicara dengan teman-teman wakil ketua. Kami akan sama-sama mengambil keputusan,” katanya.
Harton menyebut FORKI akan menggelar pertemuan internal untuk membahas arah dukungan kepada salah satu dari dua kandidat tersebut.
Keputusan resmi FORKI ditargetkan diumumkan pada Senin (24/8/2026) atau paling lambat Selasa (25/8/2026).
Harton sekaligus membantah adanya klaim yang menyebut FORKI Papua Barat telah menentukan dukungan kepada salah satu kandidat.
“Kalau sampai hari ini ada yang menyebarkan isu bahwa FORKI sudah ada di salah satu calon, itu tidak betul. Sampai hari ini FORKI belum menyatakan sikap,” tegasnya.
Ia menjelaskan, FORKI memang telah bertemu dengan kedua kandidat untuk mendengarkan visi dan misi yang ditawarkan. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab cabor yang memiliki hak suara untuk mengetahui program masing-masing calon.
Harton menilai persoalan utama yang harus menjadi perhatian dalam kepemimpinan KONI Papua Barat mendatang adalah peningkatan prestasi olahraga sekaligus kesejahteraan atlet.
“Prestasi itu bukan cabor yang bertarung, tetapi atlet yang bertarung. KONI adalah induk organisasi dan cabor menjadi wadah untuk mengumpulkan atlet-atlet. Yang berdarah-darah adalah atlet,” ujarnya.
Karena itu, FORKI ingin memastikan kandidat yang nantinya didukung memiliki visi yang jelas dalam membangun olahraga Papua Barat tanpa mengorbankan kepentingan cabor maupun atlet.
Ia berharap proses pemilihan Ketua KONI Papua Barat dapat berjalan sesuai mekanisme organisasi dan tidak diwarnai penggiringan opini terhadap cabang olahraga.
“Masing-masing cabor punya mekanisme dan tahapan organisasi sendiri. Kami akan berjalan sesuai aturan organisasi,” pungkas Harton. (*)