Cak Kun dengan Si Galing, Fasilitasi Orang Tak Mampu Trenggalek Berobat hingga Luar Kota Gratis
Rendy Nicko August 22, 2026 11:47 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Biaya perjalanan berobat bagi masyarakat kurang mampu masih menjadi beban tersendiri.

Terlebih, pasien yang membutuhkan pengobatan maupun kontrol harus beberapa kali pulang pergi ke rumah sakit di luar kota.

Kondisi tersebut menggerakkan hati Sugeng Kuncahyo atau yang akrab disapa Cak Kun untuk menggagas Siaga Lingkungan (Si Galing).

Melalui layanan tersebut, Cak Kun menyediakan ambulans dan operasional untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses layanan kesehatan, termasuk perjalanan berobat ke luar kota.

Baca juga: 27 Ribu UMKM di Trenggalek Sudah Ber-NIB, Menopang 97 Persen Tenaga Kerja

Cak Kun mengatakan, saat ini Si Galing telah memiliki tiga unit kendaraan. Satu unit merupakan mobil jenazah yang merupakan hibah dari seorang hamba Allah di Surabaya.

"Saya beli lagi ini karena untuk menunjang operasional. Kemudian kemarin alhamdulillah juga ada hamba Allah, amanah dari Allah melalui Ibu Novita, menghibahkan satu unit ambulans ini untuk operasional," ujar Cak Kun, Sabtu (22/8/2026).

Dengan demikian, total kendaraan yang dimiliki Si Galing saat ini mencapai tiga unit.

Cak Kun menyebut, ambulans terbaru memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan kendaraan sebelumnya. 

Ambulans tersebut dilengkapi dua tabung oksigen, inverter, wastafel untuk mencuci tangan, dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

"Alhamdulillah, yang baru ini saya sangat-sangat bersyukur. Selama ini stigma ambulans Si Galing itu adalah ambulans jenazah," akuinya.

Cak Kun mengaku yang ini kebetulan bukan ambulans jenazah. Karena memiliki fasilitas lebih lengkap, oksigen ada dua tabung, kemudian ada inverter, ada wastafel untuk cuci tangan dan sebagainya.

Dikatakannya, keberadaan dua tabung oksigen membuat ambulans tersebut mampu digunakan untuk perjalanan jauh. 

Bahkan, kendaraan itu diperkirakan mampu menunjang perjalanan hingga sekitar delapan jam.

"Untuk kondisi tabung yang dobel ini saya pastikan bisa berjalan dengan estimasi waktu delapan jam. Trenggalek-Jakarta, satu unit ini siap untuk meng-cover," jelasnya.

Cak Kun menerangkan untuk pengemudi, saat ini Si Galing memiliki dua orang.

Pun juga ia menjadi salah satu pengemudi, sementara satu lainnya merupakan relawan yang tergabung dalam layanan tersebut.

Dia mengatakan jangkauan pelayanan Si Galing juga telah mencapai sejumlah kota di luar Trenggalek. Cak Kun menyebut, perjalanan menuju Jakarta sudah beberapa kali dilakukan.

Selain itu, layanan juga menjangkau Surabaya, Solo, Malang, serta sejumlah kota lainnya.

"Alhamdulillah, kami sudah kalau ke Jakarta sudah sering. Kemudian ke Surabaya, ke Solo, dan kota-kota lain. Kalau Malang itu sudah sering," ulasnya.

Cak Kun menegaskan, sasaran utama layanan Si Galing adalah masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah yang membutuhkan bantuan akses transportasi kesehatan.

"Yang menjadi visi misi kami adalah melayani masyarakat yang sangat-sangat membutuhkan," bebernya.

Saat ini, terdapat dua pasien yang masih membutuhkan pendampingan intensif dari Si Galing. Salah satunya Fandi, warga Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, yang mengalami luka bakar akibat tersengat listrik PLN bertegangan tinggi.

Pasien lainnya adalah Murjani, warga Desa Jatiprahu, RT 21. Cak Kun mengatakan, Murjani mengalami infeksi dan berdasarkan diagnosis sementara diduga mengalami tumor ganas.

"Ini yang harus betul-betul kita dampingi sampai beliau insyaallah sembuh nanti," tuturnya.

Ke depan, Cak Kun berharap Si Galing dapat terus hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga memastikan hingga saat ini tidak menetapkan tarif bagi masyarakat yang menggunakan layanan tersebut.

"Sampai detik ini saya tidak pernah menarik (biaya). Hanya saya suruh seikhlasnya. Itu pun kondisional," ungkapnya.

Jika kondisi ekonomi pasien benar-benar tidak mampu, pihaknya bahkan berupaya mencarikan bantuan agar pasien tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

"Kalau memang terlalu di bawah, keadaan ekonomi terlalu di bawah, bahkan kami mengupayakan untuk mendapatkan bantuan agar beliau bisa mendapatkan layanan kesehatan yang standar," tutupnya.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.