Sosok Indra Yansyah, Mahasiswa Teknik USN Kolaka Meninggal Saat KKN Akibat Kecelakaan di Konawe
Desi Triana Aswan August 22, 2026 11:48 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah sosok Indra Yansyah, mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, yang meninggal dunia saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), Jumat (21/8/2026).

Indra meninggal setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Poros Unaaha-Raterate, tepatnya di Desa Ameroro, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe.

Saat kejadian, Indra diketahui tengah menjalankan tugas pengabdian masyarakat di Desa Lalonggatu, Kecamatan Puriala, Konawe.

Mahasiswa tersebut berasal dari Desa Donggala, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka.

Ketua BEM USN Kolaka, Andi Adrian, mengatakan Indra merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Sains dan Teknologi.

Ia mulai menempuh pendidikan di USN Kolaka pada tahun 2023.

Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar BEM USN Kolaka, Adrian menyampaikan duka cita atas meninggalnya Indra.

Baca juga: BREAKING NEWS Mahasiswa KKN USN Kolaka Berpulang Kecelakaan di Konawe, Motor Tabrak Tiang Reklame

“Kepergian almarhum merupakan duka bagi keluarga, teman-teman mahasiswa, seluruh peserta KKN 2026 maupun alumni KKN sebelumnya, dan tentunya keluarga besar Universitas Sembilanbelas November Kolaka,” katanya.

Pihaknya turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.

Di tengah suasana duka, BEM USN Kolaka juga meminta adanya evaluasi terhadap sistem keselamatan dan mobilitas mahasiswa selama pelaksanaan KKN.

Menurutnya, kegiatan tersebut mengharuskan mahasiswa berada di tengah masyarakat serta melakukan perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Karena itu, aspek keselamatan dinilai perlu menjadi bagian dari tanggung jawab institusi, bukan hanya dibebankan kepada mahasiswa.

“Kami berharap pihak Universitas Sembilanbelas November Kolaka dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan KKN, khususnya terkait standar keselamatan transportasi, kondisi kendaraan, kelayakan pengemudi, pengaturan perjalanan mahasiswa, pendampingan, komunikasi darurat, serta mekanisme pengawasan mobilitas mahasiswa selama berada di lokasi KKN,” ujarnya.

BEM USN Kolaka juga mendorong universitas memiliki standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan mobilitas mahasiswa KKN yang lebih jelas dan wajib diterapkan.

Hal itu mencakup pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan, memastikan pengemudi memenuhi standar keselamatan, pengaturan waktu perjalanan, hingga mekanisme pelaporan dan respons cepat ketika terjadi keadaan darurat.

“Kami tidak ingin musibah seperti ini kembali terjadi kepada mahasiswa USN Kolaka lainnya. Keselamatan mahasiswa harus ditempatkan sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap dalam pelaksanaan program akademik,” tutur Adrian.

Ia berharap universitas membuka ruang evaluasi dan komunikasi bersama mahasiswa, terutama mengenai sistem keamanan selama KKN.

Selain itu, meminta seluruh peserta KKN agar mengutamakan keselamatan, mematuhi prosedur perjalanan, dan menghindari tindakan yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Semoga kepergian beliau menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan mahasiswa harus menjadi tanggung jawab bersama. Jangan sampai ada lagi keluarga yang kehilangan anaknya karena kelalaian yang sebenarnya masih dapat dicegah,” jelasnya.

Kronologi Kecelakaan

Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Kanit Gakkum Satlantas Polres) Konawe, Ipda Syahrir, menjelaskan kecelakaan tersebut melibatkan Indra dan Rafka Pratama (17).

Keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter bernomor polisi DT 2**6 BQ dari arah Kolaka Timur menuju Unaaha, ibu kota Kabupaten Konawe.

Saat melintas di jalan yang menikung, pengendara diduga kehilangan kendali.

Motor kemudian melebar ke sisi kiri jalan hingga menabrak tiang reklame.

“Akibat benturan keras tersebut, Indra mengalami luka-luka serius,” jelas Ipda Syahrir.

Indra kemudian dilarikan ke RSUD Konawe untuk mendapatkan perawatan medis. 

Namun, nyawanya tidak tertolong.

“Korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit, namun meninggal dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Rafka selamat dari kecelakaan tersebut. 

Ia mengalami sakit pada bagian dada dan bahu kanan akibat benturan. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.