Pastikan Tak Ada Korban Jiwa, Gubernur NTB Siapkan Penganan Cepat untuk Desa Sade
Sirtupillaili August 23, 2026 03:22 AM

TRIBUNLOMBOK.COM, PRAYA - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung lokasi kebakaran hebat yang melanda pemukiman tradisional Desa Adat Sade, di Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (23/8/2026) dini hari.

Gubernur Iqbal memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah adat Suku Sasak tersebut.

"Yang penting kan sekarang tidak ada korban. Tadi dari teman-teman Polres, Kadus, Kades, ditanya alhamdulillah sejauh ini tidak ada korban. Yang penting kita pastikan keselamatan penghuni dulu," ujar Iqbal, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, proses pemadaman oleh tim Damkar masih terus berlangsung untuk menyisir sisa-sisa titik api yang berada di bagian tengah pemukiman.

"Sekarang masih proses pemadaman, hanya satu titik di tengah yang masih harus dipadamkan. Kepala desa tadi sudah membuat akses dengan alat berat, sehingga armada Damkar sudah bisa masuk ke area tengah untuk memadamkan sumber api," jelasnya.

Terkait penanganan pascakebakaran, Pemerintah Provinsi NTB akan berkoordinasi secara intens dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah guna menyiapkan penampungan darurat serta rencana pemulihan desa adat tersebut.

"Pemerintah Lombok Tengah sudah menyiapkan KDMP untuk tempat pengungsian sementara. Nanti kita duduk bersama dengan Pemkab Lombok Tengah untuk memikirkan proses rekonstruksi dan langkah-langkah selanjutnya," pungkas Iqbal.

Baca juga: Damkar Kota Mataram Terjunkan 12 Personel Bantu Padamkan Api Desa Sade

Kampung Berusia Ratusan Tahun

Desa Sade selama ini merupakan salah satu tujuan utama para pelancong dari berbagai negeri yang datang ke Lombok. Kampung yang diperkirakan berusia 500-600 tahun ini menampilkan wajah asli Suku Sasak di Lombok. 

Rumah-rumah adat di Desa Sade masih tradisional. Lantai terbuat dari tanah yang dipel dengan kotoran sapi, atap dari ilalang, dan dinding dari kayu dan gedek bambu.

Desa ini sangat dekat dengan kawasan wisata khusus (KEK) Mandalika. Desa Sade bahkan menjadi salah satu paket kunjungan bagi turis yang datang ke Mandalika. 

Kini ratusan rumah adat tradisional tersebut sudah hangus terbakar api. Insiden yang tejadi pada pukul 20.00 WITA itu benar-benar memukul penduduk dan dunia pariwisata NTB. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.