Jakarta (ANTARA) - Sejumlah peristiwa hukum dan keamanan terjadi sepanjang Sabtu (22/8), mulai dari perkembangan penyidikan dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Berikut rangkuman berita hukum dan keamanan ANTARA yang menarik untuk kembali dibaca.

1. KPK sebut Rektor Unsoed beli tiga bidang tanah usai terima gratifikasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq membeli tiga bidang tanah setelah diduga menerima gratifikasi melalui keponakannya, MYN alias Nono.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan Sodiq sebelumnya diduga memberikan perintah kepada MYN selama masa penerimaan mahasiswa baru pada 2025 dan 2026 dengan kode "jangan diminta di awal" dan "jika dikasih bilang terima kasih".

Baca di sini

2. KPK ungkap peran guru di penawaran kursi Unsoed Rp50-500 juta

KPK mengungkap dugaan peran guru sebagai pengepul atau koordinator dalam penawaran "kursi" mahasiswa baru jalur mandiri Unsoed dengan nilai Rp50 juta hingga Rp500 juta.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan KPK menemukan dugaan peran guru yang bertugas mengumpulkan siswa di sekolahnya.

Baca di sini

3. KPK duga Warek Unsoed peras orang tua camaba Rp650 juta

KPK menduga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed Norman Arie Prayogo memeras orang tua calon mahasiswa baru hingga Rp650 juta agar anaknya dapat masuk Fakultas Kedokteran.

KPK menduga Norman melakukan pemerasan melalui dua orang perantara, yakni DMW dan AW.

Baca di sini

4. KPK sebut tersangka penerimaan maba Unsoed juga jual kursi FPIK dan FH

KPK menyebut tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed juga melakukan "jual beli" kursi jalur mandiri untuk Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) serta Fakultas Hukum (FH).

Baca di sini

5. Satgas udara siapkan delapan armada tangani karhutla Kalbar

Satuan tugas udara menyiapkan delapan armada untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat melalui patroli, pemadaman udara, dan operasi modifikasi cuaca.

Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setyono mengatakan enam armada ditempatkan di Lanud Supadio, sedangkan dua lainnya digeser ke Kabupaten Ketapang.

Baca di sini